22 April 2026

Tangkapan layar Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan pidatonya dalam Rapat Paripurna DPR RI Pembukaan Masa Persidangan IV Tahun Sidang 2025–2026 di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (10/3/2026). ANTARA/YouTube/TVR Parlemen/Fath Putra Mulya

Jakarta (Industrial News) – Ketua DPR RI Puan Maharani meminta pemerintah untuk mengendalikan dan memitigasi kenaikan harga minyak goreng dan bahan bakar minyak (BBM) sebagai dampak dinamika global, agar tidak membebani rakyat.

Puan mengatakan konflik geopolitik global mulai dirasakan dalam perekonomian nasional, termasuk adanya lonjakan harga energi dan sejumlah bahan kebutuhan pokok.

“Kondisi ini tentunya memberatkan rakyat, terutama masyarakat dari kelompok ekonomi kecil,” kata Puan di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

Puan menjelaskan kenaikan harga minyak goreng yang terjadi di lebih dari separuh wilayah Indonesia harus dibaca dari perspektif yang paling dekat dengan kehidupan masyarakat.

“Perubahan harga kebutuhan pokok langsung memengaruhi ruang belanja harian rumah tangga,” katanya.

Bagi banyak keluarga, menurut Puan, minyak goreng bukan komoditas yang bisa ditunda pembeliannya sehingga kenaikan harga terasa sangat membebani, terutama rumah tangga dengan pengeluaran ketat.

“Karena itu setiap kenaikan harga langsung mengubah komposisi pengeluaran harian, dan dampak bagi masyarakat adalah bagaimana satu kebutuhan pokok mulai mengambil porsi lebih besar dari belanja harian mereka,” katanya.

Selain itu, menurut dia, kenaikan harga BBM pun turut menambah beban yang harus ditanggung keluarga.

Meski kenaikan BBM saat ini baru untuk yang nonsubsidi, menurut dia, pemerintah juga perlu melihat kondisi yang ada di lapangan.

“Di banyak daerah, masyarakat kesulitan mendapat BBM subsidi sehingga mereka yang berhak terpaksa membeli BBM non-subsidi yang harganya naik signifikan,” katanya.

Untuk itu, Puan meminta Pemerintah untuk segera mengambil langkah-langkah pengendalian harga. Karena jika tidak dikendalikan cepat, kenaikan ini dapat memicu ekspektasi kenaikan barang lain di pasar.

“Karena kita juga belum mengetahui dengan situasi geopolitik yang terjadi apakah perang ini akan berlanjut atau terus atau setop,” katanya. [*]