17 Juni 2026

Presiden RI Prabowo Subianto (kanan) dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier ketika memberikan keterangan kepada wartawan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/6/2026) ANTARA/Maria Cicilia Galuh Prayudhia

Jakarta (Industrial News) – Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier membahas penguatan kemitraan kedua negara di sejumlah sektor dan sepakat untuk meningkatkan volume perdagangan serta investasi.

“Pada pertemuan hari ini, kita membahas penguatan kemitraan Indonesia-Jerman, khususnya di bidang ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, dan ketenagakerjaan. Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan,” kata Presiden Prabowo Subianto dalam keterangan kepada wartawan seusai pertemuan empat mata di Istana Merdeka, Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

Terkait peningkatan kerja sama tersebut, Presiden juga menekankan pentingnya hubungan antara Indonesia serta Eropa dengan diharapkan perjanjian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat mencapai kesimpulan substantif.

“Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian internal di Eropa, sehingga dapat segera memberi manfaat konkret bagi dunia usaha di kedua negara,” kata Prabowo.

Tidak hanya itu, Presiden Prabowo juga mengundang Presiden Steinmeier untuk memperluas investasi di berbagai sektor penting di Indonesia. Seperti di bidang transisi energi, hilirisasi industri, serta transportasi di tengah upaya peningkatan penggunaan kendaraan listrik.

Indonesia juga mengundang investor Jerman untuk mendukung pengembangan industri semikonduktor, masuk ke dalam sektor rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang serta sektor infrastruktur.

Turut dibahas pula pengembangan kerja sama sektor ketenagakerjaan yang dapat memperluas peluang tenaga kerja Indonesia tidak hanya di bidang keperawatan tapi juga sektor teknologi.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Jerman Steinmeier menyampaikan bahwa Jerman merasa bertanggung jawab untuk segera meratifikasi IEU-CEPA, mengingat potensi besar bagi perekonomian kedua negara.

“Dengan itu dimungkinkan investasi baru dan juga memberi peluang bagi perusahaan kecil dan menengah dari Jerman untuk mereka dibuka jalan untuk mengadakan investasi di Indonesia dan juga pertumbuhan ekonomi yang meningkat dan kerjasama yang lebih erat antara perusahaan Jerman dan Indonesia di bidang inovasi,” kata Presiden Steinmeier.

Secara khusus dia menyoroti bahwa sejumlah perusahaan Jerman sudah hadir di pasar dalam negeri Indonesia dan hal itu memperlihatkan bahwa pasar Indonesia tidak hanya memiliki daya tarik tapi juga menjadi lokasi investasi.

Menutup pernyataannya dia menyampaikan rasa terima kasih atas kesempatan bertukar pikiran pada hari ini dengan Presiden Prabowo dan dapat melanjutkannya selama sisa periode kunjungannya di Indonesia. [*]