15 Juni 2026

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pemaparan dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (10/6/2026). ANTARA/HO-Kementerian Keuangan/aa.

Jakarta (Industrial News) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa berkomitmen menjaga stabilitas fiskal sekaligus memastikan dukungan terhadap pelaksanaan berbagai Prioritas Nasional Tahun 2027.

“Kementerian Keuangan terus menjaga kinerja fiskal untuk mendorong ekonomi tumbuh lebih tinggi melalui berbagai langkah strategis dalam rangka optimalisasi pendapatan, belanja yang berkualitas, dan pembiayaan yang inovatif,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

Di tengah berlanjutnya ketidakpastian global, Kemenkeu terus mengoptimalkan peran Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sebagai instrumen untuk menjaga pertumbuhan ekonomi.

APBN juga diarahkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mendukung transformasi ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan berbagai program utama, yaitu Program Kebijakan Fiskal, Sektor Keuangan dan Ekonomi; Program Pengelolaan Penerimaan Negara; Program Pengelolaan Belanja Negara; Program Pengelolaan Perbendaharaan, Kekayaan Negara dan Risiko; serta Program Dukungan Manajemen.

Sementara dukungan diarahkan kepada sejumlah program prioritas nasional, antara lain penyelenggaraan Sekolah Rakyat, pemberantasan penyelundupan, pengembangan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Program Makan Bergizi Gratis, pembangunan tiga juta rumah, peningkatan layanan kesehatan, hingga implementasi program mandatori biodiesel B50.

Menkeu juga menegaskan bahwa kondisi perekonomian nasional hingga 2026 tetap menunjukkan ketahanan yang kuat.

Pertumbuhan ekonomi triwulan I-2026 mencetak level 5,61 persen (yoy), inflasi terkendali, surplus neraca dagang berlanjut selama 72 bulan, serta cadangan devisa tetap memadai.

Pada sisi fiskal, realisasi pendapatan negara telah mencapai Rp1.185 triliun atau tumbuh 19,1 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, belanja negara telah menyerap Rp1.365,4 triliun atau melonjak 34,4 persen (yoy).

Adapun pembiayaan terealisasi sebesar Rp379,4 triliun dengan tetap mengendalikan defisit dan utang pada batas aman dan terkelola.

Pemerintah pun terus menjaga peran APBN sebagai instrumen penting untuk melindungi daya beli masyarakat, menjaga stabilitas ekonomi, serta mempertahankan momentum pertumbuhan dengan tetap mengedepankan keberlanjutan fiskal. [*]