21 April 2026

Ketua Panitia Temu Alumni MAFASH UINSA yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Lia Istifhama foto bersama panitia menyiapkan acara temu alumni.

Surabaya (Industrial News) – Suasana penuh rindu akan segera menyelimuti Temu Alumni Majelis Alumni Fakultas Syariah dan Hukum (MAFASH) UIN Sunan Ampel Surabaya. Kegiatan akbar yang akan digelar pada 11 April 2026 ini mengusung tema “Rinduku, Rindumu, Rindu Kita Semua”, sebagai refleksi dari kerinduan lintas generasi alumni untuk kembali berkumpul.

Ketua Panitia Temu Alumni MAFASH UINSA yang juga anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI, Dr Lia Istifhama, menuturkan bahwa acara ini dirancang tidak sekadar sebagai reuni, melainkan ruang kebersamaan yang hangat dan bermakna.

“Konsepnya sederhana namun penuh makna. Kami ingin menghadirkan suasana kekeluargaan yang menyatu, dengan sentuhan musik dari para alumni sendiri. Jadi bukan sekadar hiburan, tetapi bagian dari mempererat silaturahmi,” ujar Ning Lia, disela rapat persiapan, Senin (6/4/2026).

Alumni Muamalah angkatan 2002 itu juga mengajak seluruh alumni Fakultas Syariah dan Hukum UIN Sunan Ampel Surabaya untuk hadir dan meramaikan kegiatan yang akan berlangsung di Sport Center UINSA.

Menurut Ning Lia, temu alumni memiliki arti lebih dari sekadar temu kangen. Ia menyebutnya sebagai ruang strategis untuk membangun jejaring, memperkuat kolaborasi, serta menghadirkan kontribusi nyata alumni bagi masyarakat.

“Di forum seperti ini, potensi besar alumni bisa saling terhubung. Dari situ lahir sinergi yang tidak hanya bermanfaat bagi sesama alumni, tetapi juga bagi umat dan bangsa,” tuturnya.

Ning Lia menekankan pentingnya menjaga ikatan emosional sekaligus intelektual antaralumni. Baginya, hubungan yang terjalin sejak masa kuliah adalah kekuatan sosial yang perlu terus dirawat.

Ia pun berharap, momentum ini dapat dimanfaatkan untuk saling berbagi pengalaman, memperluas jejaring, hingga memperkuat komitmen bersama dalam berkontribusi di tengah masyarakat.

“Pertemuan ini semoga menjadi ruang bertukar cerita, ide, dan peluang yang membawa kemanfaatan bersama,” imbuhnya.

Lebih jauh, Lia mengungkapkan bahwa tema yang diangkat tahun ini tidak lahir tanpa alasan. Ia berangkat dari kenangan sederhana yang justru membekas kuat dalam ingatan para alumni.

“Saat kuliah dulu, kami punya istilah ‘DPR’ di bawah pohon rindang sebagai tempat berkumpul, berdiskusi, dan berbagi cerita. Kenangan-kenangan seperti itulah yang menumbuhkan rasa rindu,” kenangnya.

Dari situlah, lanjutnya, tema “Rinduku, Rindumu, Rindu Kita Semua” menjadi representasi perasaan yang diyakini dimiliki setiap alumni.

Persiapan kegiatan pun terus dimatangkan melalui rapat rutin yang sekaligus menjadi ajang konsolidasi kehadiran alumni. Sejumlah nama turut hadir dalam pertemuan yang digelar di kediaman Ning Lia, di antaranya Gus Bobby, Baidowi, Baijuri, Widodo, Amin Lubis, Asrori, Syadid, Istiqomah, dan Bagus. [*]