19 September 2026

Dirut PT SIER Didik Prasetiyono saat memberikan pengarahan kepada peserta Risk Summit 2024.

Surabaya (Industrial News) – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) menggelar agenda puncak Risk Awareness Week (RAW) dengan acara Risk Summit 2024 pada, Rabu (20/11/2024). Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan budaya sadar risiko dan peningkatan wawasan serta kesamaan persepsi terkait manajemen risiko.

Acara yang digelar di Hall Basroni Rizal, Wisma SIER ini, dihadiri dewan komisaris dan direksi PT SIER. Untuk komisaris tampak hadir dan memberikan sambutan Arif Budi Santoso dan Indra Nur Fauzi.

Sementara dari direksi, hadir langsung Dirut PT SIER Didik Prasetiyono; Direktur Keuangan, Administrasi dan Manajemen Risiko, Rizka Syafittri Siregar; Direktur Pemasaran dan Pengembangan, Silvester Budi Agung; dan Direktur Operasi Lussi Erniawati.

RAW 2024 ini mengusung tema ‘Navigating Risk: Building Sustainable Future’ yang mengacu pada prinsip Manajemen Risiko sesuai ISO 31000:2018. Dalam acara Risk Summit 2024, ada beberapa agenda yakni pelatihan environmental, social dan governance (ESG), serta SIER Risk Award.

Dalam sambutannya, Arif Budi Santoso memberikan apresiasi dan dukungan dengan diadakannya acara Risk Summit 2024 ini. Sebab penerapan manajemen risiko sudah menjadi bagian penting dalam menjalankan perusahaan, untuk menjaga kelangsungan dan keberlanjutan perusahaan di masa depan.

“Sebenarnya tanpa ada manajemen risiko, kita sudah mengerti apa risiko yang akan terjadi. Namun hal itu harus dirumuskan dan ditulis. Agar apa yang dipikirkan dan ditulis itu bisa dievaluasi, di review dan di assessment banyak pihak sehingga bisa saling melengkapi,” jelas Arif.

Dibanyak korporasi, instansi atau lembaga, lanjut Arif, manajemen risiko masih belum jadi budaya dan masih menjadi beban. “Tapi mau tidak mau, suka tidak suka manajemen risiko ini harus dilakukan. Harus menjadi budaya bukan sekadar formalitas. Dan SIER sudah melakukan itu dengan adanya Risk Summit ini,” ungkapnya.

Dalam kesempatan yang sama, Didik Prasetiyono mengatakan, SIER ke depan menghadapi tandatangan risiko yang semakin kompleks. Oleh karena itu, manajemen risiko bukan hanya menjadi kebutuhan, tapi juga bagian integral dalam pencapaian visi misi perusahaan.

“Sebagai pengelola kawasan industri, SIER dihadapkan banyak tantangan. Fluktuasi ekonomi global, perubahan regulasi, perkembangan teknologi dan krisis lingkungan. Untuk itu penting pengelolaan risiko yang efektif menjadi pilar penting dalam keberlangsungan perusahaan,” kata Didik.

Menurut dia, ada beberapa unsur manajemen risiko yang harus diperhatikan. Diantaranya tentang sinergi, teknologi, lincah dan adaptif, serta kesesuaian dan keselarasan.

“Kita tidak bisa bekerja sendiri-sendiri. Harus ada sinergi, ada komunikasi dengan semua divisi. Dilihat aspek hukumnya, sosialnya. Jadi harus dilihat secara menyeluruh. Tidak bisa hanya dalam satu sudut pandang saja,” kata Didik yang juga menjabat Wakil Ketua Himpunan Kawasan Industri (HKI) ini.

Sementara itu, Rizka Syafittri Siregar menambahkan, dalam RAW 2024 ini telah digelar serangkaian acara. Yakni Risk Awareness Survey 2024 pada 2-8 Oktober, SIER Risk Award 2024, Nongkrong Bareng Manajemen Risiko (Nobar Asik), Nongkrong Bareng Manajemen Risiko (Kongko) Bersama Divisi UMP dan Konko Bersama Divisi IT. “Sekarang puncaknya Risk Summit 2024,” katanya.

Rizka menjelaskan, berdasarkan hasil survei Risk Awareness, tingkat kesadaran karyawan SIER terhadap manajemen risiko mengalami kenaikan sejak diadakannya survei pada 2022, 2023 dan 2024. “Pada 2024 ini rata-rata tingkat kesadarannya mencapai 76,09 persen,” jelasnya.

Dalam kesempatan itu, juga diberikan penghargaan SIER Risk Award 2024. Juara pertama diraih Divisi Pengawasan Operasional dan Kesehatan, Keselamatan dan Lingkungan, juara kedua Divisi Teknologi, Informasi dan Komunikasi serta juara tiga diraih Divisi Pengembangan. [*]