Arsip - Pencampuran bahan bakar biodiesel di Stasiun Blending dan Pengisian Bahan Bakar Uji Jalan B50 Lembang, Jawa Barat, Selasa (21/4/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)
Jakarta (Industrial News) – Pengamat ekonomi energi Universitas Gadjah Mada (UGM) Fahmy Radhi mengatakan distribusi Biosolar B50 yang akan diterapkan per 1 Juli 2026 diperkirakan tidak menjadi kendala bagi pemerintah atau Pertamina.
“Dari segi distribusi sudah dilakukan dengan B40. Sehingga ini hanya melanjutkan dan tidak ada masalah,” kata Fahmy saat dihubungi di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.
Menurut dia, mandatori Biosolar B50 per tanggal 1 Juli 2026 merupakan kelanjutan dari Biosolar B40 yang telah diterapkan sebelumnya.
Untuk itu kata Fahmy, persoalan distribusi dapat diperkirakan tidak menjadi masalah atau kendala bagi pemerintah atau Pertamina, apalagi persiapan untuk penerapan Biosolar B50 juga sudah cukup lama.
“B50 ini kan merupakan kelanjutan dari B40 yang sebelumnya sudah digunakan secara meluas,” ujarnya.
Tidak kalah penting lanjut Fahmi bahwa Biosolar B50 juga sudah diuji secara teknis dan sudah dinyatakan layak termasuk dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) terutama untuk kendaraan baru.
“Kendaraan-kendaraan yang baru itu memang sudah didesain juga untuk menggunakan BBM yang merupakan campuran B50,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memastikan Indonesia menghentikan impor bahan bakar minyak (BBM) jenis solar tahun ini menyusul mandatori biodiesel 50 persen (B50) per Juli 2026.
“Besok Juli akan kita resmikan B50, itu menyelamatkan wajah Indonesia dari ketergantungan impor solar kita. Mulai tahun ini kita tidak lagi melakukan impor solar,” ungkap Bahlil di Jakarta, Kamis (25/6).
Ia menjelaskan bahwa total konsumsi solar di Indonesia saat ini telah mencapai 39 juta kiloliter (KL), dengan mandatori biodiesel 40 persen (B40) yang sudah diterapkan pemerintah.
“Dari 39 juta kiloliter itu kemarin B40, itu 40 persen pakai FAME. FAME itu adalah dari CPO dengan metanol dicampur, jadilah FAME. Kemudian dicampur menjadi solar yang namanya B40,” jelasnya. [*]