27 April 2026

Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Baruga, Kendari, Sulawesi Tenggara. ANTARA FOTO/Andry Denisah/foc.

Jakarta (Industrial News) – Pengamat ketenagakerjaan Universitas Gadjah Mada (UGM) Tadjudin Nur Effendi menilai keberadaan koperasi merah putih akan mendorong pemerataan lapangan kerja di tingkat desa.

“Kopdes itu berpotensi menciptakan peluang kerja di pedesaan bagi anak-anak desa,” ujar Effendi ketika dihubungi ANTARA di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

Effendi menyampaikan program kopdes dapat turut berkontribusi dalam menggerakkan ekonomi desa.

Misalkan saja, lanjut dia, apabila satu kopdes merekrut lima pegawai, maka pada Juni-Juli akan tercipta 150 ribu lowongan kerja.

Pemerintah menargetkan 30 ribu kopdes merah putih selesai dibangun pada Juni-Juli 2026.

Pemerintah juga telah melakukan rekrutmen atau pendaftaran nasional untuk 30.000 manajer kopdes merah putih pada periode 15-24 April 2026.

“Jadi, pemerataan lapangan kerja, bisa menampung tenaga-tenaga yang selama ini menganggur,” kata Effendi.

Terlebih, lanjut dia, ketika 80 ribu kopdes telah beroperasi sepenuhnya. Maka akan tercipta kurang lebih 400 ribu lapangan pekerjaan.

“Di pedesaan kan peluang kerja di luar pertanian itu sulit. Kalau ada ini kopdes bisa menyerap, kan luar biasa,” ujar Effendi.

Pemerintah sebelumnya membuka rekrutmen 30 ribu formasi manajer kopdes merah putih.

Peserta yang dinyatakan lolos seleksi akan bekerja di bawah naungan BUMN PT Agrinas Pangan Nusantara dengan pola perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) selama dua tahun.

Kementerian Koperasi (Kemenkop) memastikan keberadaan manajer kopdes tidak akan menggantikan peran pengurus, melainkan hanya menjalankan fungsi pengelolaan operasional.

Asisten Deputi Bidang Organisasi dan Badan Hukum Kemenkop Try Aditya Putra mengatakan posisi pengurus termasuk anggota tetap menjadi pemegang mandat utama karena seluruh keputusan strategis berada di tangan rapat anggota sebagai pemegang kekuasaan tertinggi dalam koperasi. [*]