30 September 2026

Kepala BP BUMN Dony Oskaria. (ANTARA/HO-BP BUMN)

Jakarta (Industrial News) – Kepala BP BUMN Dony Oskaria menyampaikan PT Pelindo menargetkan pemangkasan 17 anak usaha dalam program streamlining BUMN, sehingga jumlah entitas akan berkurang dari 41 entitas menjadi 21 entitas.

“Jadi ini transformasinya masih panjang, tapi dimulai dari streamlining dulu, abis itu baru kita masuk ke proses menata bisnis model kita menjadi benar,” ujar Dony dalam keterangan resminya yang dikonfirmasi Antara.

Dari 17 entitas yang masuk dalam program penataan, sebanyak 11 entitas telah menyelesaikan aksi korporasi, sementara enam entitas lainnya ditargetkan selesai hingga 31 Desember 2026.

Penataan dilakukan melalui berbagai skema, antara lain merger, konsolidasi, divestasi dan likuidasi.

Selain penyederhanaan jumlah entitas, Pelindo juga melakukan perubahan model parenting dari strategic holding menuju active management.

Melalui model tersebut, Pelindo mengambil peran lebih langsung dalam pengelolaan kegiatan operasional utama, dengan pembagian peran yang lebih jelas antara holding, regional, service line, dan entitas usaha.

Dony menilai transformasi tersebut dapat dilakukan secara lebih terintegrasi melalui konsolidasi di bawah Danantara.

“Pilihan untuk melakukan transformasi ini adalah pilihan yang sangat tepat. Sekarang konsolidasi dengan adanya Danantara ini semua menjadi mungkin dilakukan,” ucap Dony.

Penataan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pengurangan jumlah entitas, tetapi berlanjut pada pembentukan struktur dan model bisnis Pelindo yang lebih sederhana, efektif, serta mampu memperkuat kinerja grup secara keseluruhan. [*]