Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, yang terletak di Jawa Tengah, melakukan penandatanganan perjanjian kerja sama (memorandum of understanding/MoU) dengan Chungbuk Technopark, Korea Selatan, guna mendukung program bisnis UMKM serta fokus pengembangan industri.
Menurut Direktur Utama PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Ngurah Wirawan, kerja sama ini bertujuan untuk mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi antara KITB dan Chungbuk Technopark, Korea Selatan, berdasarkan prinsip kesetaraan dan saling menguntungkan.
“Kerjasama ini mencakup penyelenggaraan konferensi, seminar, lokakarya, terutama yang berkaitan dengan peran inovasi, startup (perusahaan rintisan yang baru beroperasi), dan kewirausahaan,” katanya.
Dalam keterangan tertulis, yang dikutip Senin 10 Juli 2023, Ngurah Wirawan menjelaskan bahwa kerjasama ini juga bertujuan untuk melakukan kolaborasi dalam upaya internasionalisasi program masing-masing pihak.
Gubernur Provinsi Chungheongbuk-do, Korea Selatan, Kim Young Hwan, mengungkapkan bahwa Technopark akan melakukan investasi di sektor motor dan baterai di masa mendatang.
Kim Young Hwan menyatakan bahwa pemerintah Chungheongbuk-do akan memberikan bantuan dan memulai investasi mereka di Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB).
Menurutnya, kerja sama ini akan saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Hal ini dikarenakan Chungheongbuk-do merupakan provinsi yang tidak memiliki akses laut dan terletak di tengah Korea Selatan sedangkan Jawa Tengah memiliki akses laut yang luas serta sumber daya alam yang melimpah.
“Oleh karena itu, Provinsi Chungcheongbuk-do sangat tertarik dan segera memulai investasinya di KITB dan mengharapkan adanya sinergi yang lebih besar,” katanya.
Chungbuk Technopark merupakan mitra Non-Governmental Organization (NGO) yang turut mendukung program bisnis UMKM dan fokus untuk pengembangan industri Chungbuk dengan melakukan kerja sama dan kolaborasi antarindustri.
Mereka memiliki fokus utama pada peningkatan industri informasi dan teknologi, sektor kesehatan, suku cadang mesin transportasi, industri energi baru, serta barang konsumen premium.
Hal ini sesuai dengan rencana Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) dalam memilih penyewa yang beroperasi di industri pionir dan berbasis teknologi tinggi.
Sementara itu, KITB merupakan sebuah kawasan industri yang mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah dengan luas lahan mencapai 4.300 hektar.
Saat ini, KITB tengah fokus mengembangkan klaster 1 dengan luas 3.100 hektar dan fase 1 dengan luas 450 hektar yang dijadwalkan untuk beroperasi pada tahun 2024.
Penulis: Yuanita SH
Editor: Yuanita SH
