25 April 2026
Sumber: https://sinerginews.co.id/2022/09/14/cimahi-open-dialogue-bahas-isu-lingkungan-kawasan-industri/

Kota Cimahi, 14 September 2022. Hadir sebagai pembicara dan peserta dari unsur pentahelix pada Cimahi Open Dialogue (COD) Episode 2, yang bertajuk “Isu Lingkungan di Kawasan Industri: analisis kebijakan pemerintah terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada kawasan industri”, pada selasa, 13/09/2022.Kota Cimahi, 14 September 2022. Hadir sebagai pembicara dan peserta dari unsur pentahelix pada Cimahi Open Dialogue (COD) Episode 2, yang bertajuk “Isu Lingkungan di Kawasan Industri: analisis kebijakan pemerintah terhadap perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup pada kawasan industri”, pada selasa, 13/09/2022.

Gelaran acara berlangsung di aula gedung B komplek perkantoran Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi ini, melibatkan hampir 50 organisasi sosial kemasyarakatan dan media yang memiliki kepedulian untuk pembangunan dan kemajuan Kota Cimahi. Output dari setiap episode dari COD adalah rekomendasi yang ditujukan kepada Pemkot Cimahi dan DPRD Kota Cimahi. Rekomendasi dimaksud, nantinya akan memuat saran serta masukan penanganan permasalahan yang ada untuk perbaikan.

Ketua Prodi Sarjana Terapan Sanitasi Lingkungan Poltekkes Bandung, Yoshephina A.S., S.K.M., M.Kes., menyikapi secara global isu-isu lingkungan yang ada. Pendapatnya, masalah pengelolaan lingkungan seperti sampah dan banjir harus ada sinergitas antara pemerintah dan masyarakat.

“Hasil observasi kami terhadap perilaku masyarakat dalam hal pengelolaan sampah sangatlah rendah, harusnya ada sinergisme dari beberapa pihak. Pemerintah harus membuat kebijakan yang dapat mempertahankan keberlanjutan program-program yang ada. Masalah sampah, banjir, berkurangnya lahan serapan air, itu semua harus terus dilakukan evaluasi,” paparnya.

Yoshephina menyarankan bahwa konsep pemberdayaan harus terus dikembangkan dan dilakukan dengan kesadaran masyarakat. Kunci keberhasilan program menitik beratkan pada aspek prilaku. Selain itu, dosen Poltekkes Bandung ini menyebutkan bahwa ada hal lain berpotensi menjadi salahsatu penyebab tingkat stres masyarakat meningkat.

“Padatan hunian saat ini sudah berubah, idealnya adalah sepuluh meter pesegi dihuni oleh satu orang, namun saat ini di Kota Cimahi, kerap ditemukan satu rumah bisa dihuni oleh beberapa kepala keluarga, ini juga menjadi salahsatu penyebab stres masyarakat selain yang disebabkan oleh polusi,” tandasnya.

Drs. Dadan Subardan selaku Kepala Bidang Penataan Hukum Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup Pemkot Cimahi), mensikapi permasalahan lingkungan yang kompleks di kawasan Cimahi Selatan dan wilayah lainnya di Kota Cimahi dengan beberapa program.

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan ini, dan kalau perlu bisa ditindaklanjut sampai ke lapangan. Hidup di Kota Cimahi dengan padatnya penduduk pasti stres, untuk itu menyambung apa yang dikatakan Ibu Phina (pembicara akademisi, red) di Cimahi berdirilah rusunawa-rusunawa untuk mengatasi kepadatan penduduk,” tuturnya.

Mengenai banjir, Dadan berpendapat bahwa kejadian itu dampak dari situasi alam, pola pikir dan perilaku manusia, termasuk dengan tergerusnya budaya gotong royong di masyarakat. Untuk masalah lingkungan di Cimahi Selatan pemasalahan yang timbul diantaranya banjir, sampah, dan limbah.

“Dengan adanya masalah gas rumah kaca saat ini dunia menjadi kacau, alam jadi susah diprediksi. Untuk itu pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) salah satunya menjalankan “Proklim” (Program Kampung Iklim). Selain melakukan pembianaan kepada masyarakatnya, kami pun sudah mengajak ke perusahaan-perusahaan juga untuk terlibat,” ungkap Dadan.

Mantan Lurah Melong Cimahi Selatan ini menambahkan bahwa untuk masalah limbah industri sudah ada aturan dan undang-undang yang jelas, perusahaan sudah terjerat. Menurutnya, justru yang paling bermasalah itu adalah limbah domastik. Indek kualitas air Kota Cimahi itu buruk, karena nilai E Coli-nya yang tinggi. Ini dampak dari tinja yang langsung dibuang ke sungai, padahal pemerintah sudah menggulirkan program septik tank komunal.

Yupi Sopiansyah selaku Ketua Kamar Dagang Industri (Kadin) Kota Cimahi mengutarakan bahwa organiasinya tidak lepas keterkaitannya dengan dunia industri. Dalam penanganan permasalahan lingkungan, Yupi mengajak agar ada sinergitas dan kolaborasi dari semua pihak.

Kadin Kota Cimahi berharap masyarakat membuka pikiran dan bekerjasama. Terkait pengelolaan sampah pihaknya memiliki program dalam pemanfaatan sampah industri dengan mendaurulangnya agar bisa lebih bernilai ekonomis.

Menurut Yupi, Pemerintah Kota Cimahi bisa bekerjasama dengan organisasi kemasyarakatan yang cukup banyak bisa melakukan sidak bersama-sama. Bila ada temuan industri yang masih membuang limbah sembarangan agar ada penidakan tegas.

“Terkait limbah-limbah pabrik, seharusnya pabrik sudah memiliki pengolahan limbah sendiri. Bila mereka membandel membuang limbahnya ke sungai, tindak tegas saja oleh Pemerintah dan aparat penegak hukum (APH) agar ada efek jera,” tegasnya.

Acara yang diselenggarakan oleh LSM KOMPAS (Koordinat Masyarakat Pejuang Aspirasi) pada episode ini berlangsung lebih kurang selama tiga jam. Selain paparan dan pandangan dari para panelis dan peserta, semua yang terlibat melakukan pendalaman masalah melalui diskusi interaktif sebagai upaya pemecahan masalah dan perumusan solusi.

Penulis: Dadan Kurnia

Editor: Lizikri Damar

Sumber: https://sinerginews.co.id/2022/09/14/cimahi-open-dialogue-bahas-isu-lingkungan-kawasan-industri/6/