5 Agustus 2026

Petugas menghitung uang pecahan dolar AS dan rupiah di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Jumat (1/3/2024). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/rwa/aa.)

Jakarta (Industrial News) – Bank Indonesia (BI) mencatat aliran modal asing keluar bersih dari pasar keuangan domestik mencapai sebesar Rp10,15 triliun pada pekan kedua bulan ini, yakni periode transaksi 10-13 Maret 2025.

Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI Ramdan Denny Prakoso di Jakarta seperti  dikutip dari Antara, Jumat (14/3/2025), merinci bahwa jumlah tersebut terdiri atas modal asing keluar bersih di pasar saham, Surat Berharga Negara (SBN), dan Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) masing-masing sebesar Rp1,92 triliun, Rp5,25 triliun dan Rp2,97 triliun.

Selama tahun 2025, berdasarkan data setelmen hingga 13 Maret 2025, modal asing keluar bersih di pasar saham tercatat sebesar Rp22,21 triliun. Sedangkan modal asing masuk bersih di pasar SBN dan SRBI masing-masing sebesar Rp18,35 triliun dan Rp6,55 triliun.

Premi risiko investasi (credit default swaps/CDS) Indonesia 5 tahun tercatat naik dari 76,11 basis point (bps) per 7 Maret 2025 menjadi 80,07 bps per 13 Maret 2025.

Nilai tukar rupiah dibuka menguat di level Rp16.350 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (14/3), dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan Kamis (13/3) di level Rp16.420 per dolar AS.

Adapun indeks dolar AS (DXY) tercatat melemah ke level 103,83 pada akhir perdagangan Kamis (13/3).

DXY merupakan indeks yang menunjukkan pergerakan dolar AS terhadap enam mata uang negara utama antara lain euro, yen Jepang, pound Inggris, dolar Kanada, krona Swedia, dan franc Swiss.

Imbal hasil atau yield SBN 10 tahun turun ke level 6,87 persen pada Jumat (14/3) pagi, dari sebelumnya 6,93 persen pada akhir perdagangan Kamis (13/3).

Sementara imbal hasil US Treasury Note 10 tahun turun ke level 4,268 persen pada akhir perdagangan Kamis (13/3).

Ramdan menyampaikan BI terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah dan otoritas terkait serta mengoptimalkan strategi bauran kebijakan untuk mendukung ketahanan eksternal ekonomi Indonesia. [*]