7 Mei 2026

Di tengah perubahan iklim yang kian mendera bumi, pilihan membangun gedung ramah lingkungan menjadi pilihan bijak. Gedung ramah lingkungan dengan konsep hijau (green building) tak semata membuat para penghuninya lebih nyaman, juga turut melestarikan bumi.

Kini, green building yang berkelanjutan kian menjadi pilihan di Indonesia. Konsep itu diterapkan tak semata di produk hunian, namun juga di bangunan komersial seperti mal dan perkantoran.

Salah satu yang menerapkan konsep green building adalah gudang seluas 100.000 meter persegi (m2) milik PT Global Digital Niaga Tbk (BELI) atau Blibli di Jl Marunda Center, Pantai Makmur, Bekasi, Jawa Barat. Saat ini, gudang terbesar Blibli yang diproyeksikan mulai beroperasi pada 2024 itu tengah memasuki tahap ground breaking.

“Blibli berupaya mendorong pertumbuhan ekosistem perdagangan Indonesia melalui dukungan sektor logistik dan rantai pasok yang kuat,” kata Kusumo Martanto, CEO dan Co-Founder Blibli dalam keterangannya, baru-baru ini.

Gudang di kawasan industri Marunda ini akan mengimplementasikan desain bangunan dengan konsep green building sebagai wujud keseriusan Blibli menciptakan bisnis berkelanjutan. Pembangunan gudang ini dirancang ramah lingkungan mulai dari penggunaan material untuk pembangunan, pemanfaatan penerangan alami, tanki penampungan air hujan, hingga pengelolaan limbah operasional yang mengacu pada prinsip dan standar pengelolaan agar berdampak positif bagi lingkungan, sosial, dan tata kelola usaha.

Masih di kawasan Bekasi, Kawan Lama Group bersama Sinar Mas Land (SML) membangun mal Living World Grand Wisata, Bekasi senilai Rp 1 triliun. Konsep keberlanjutan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam rancangan pembangunan Living World Grand Wisata, karena Kawan Lama Group dan SML sepakat untuk mendukung pencapaian target pemerintah Indonesia untuk mengurangi emisi Gas Rumah Kaca sebesar 29% dari baseline 2030

Berangkat dari hal tersebut, Living World Grand Wisata menerapkan konsep energy efficient architecture yang memanfaatkan sistem AC efisiensi tinggi dalam penggunaan listrik sehingga berpotensi menghemat energi hingga 25%.

Lalu, menggunakan lampu LED yang hemat energi hingga 60%, serta memanfaatkan sinar matahari sebagai pencahayaan alami dengan membuat skylight dari jendela berbahan kaca double glazing. Penggunaan kaca ini juga dapat menghambat panas matahari untuk masuk ke dalam ruangan sehingga dapat menambah penghematan listrik pada penggunaan AC.

Dalam operasionalnya nanti, Living World Grand Wisata yang ditargetkan beroperasi pada 2024 itu akan menerapkan konsep water conservation melalui zero waste water system dengan mengelola kembali limbah air kotor, dimana penghematan penggunaan air ini dalam setahun setara dengan 50 kali isi kolam renang olympic size. Penggunaan air daur ulang ini akan dimanfaatkan untuk recycling kebutuhan AC, termasuk menyiram tanaman di area green park Living World Grand Wisata seluas 2.000 m2.

Sementara itu, Ecoloft, apartemen servis berkapasitas 19 unit di Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat memeroleh sertifikasi Excellence in Design for Greater Efficiencies (EDGE) Zero Carbon. EDGE adalah sistem sertifikasi bangunan hijau yang dikembangkan oleh IFC, anggota kelompok Bank Dunia.

Alex Buechi, partner dari Asia Green Real Estate dalam keterangannya menjelaskan, standar zero carbon telah berhasil dicapai melalui berbagai solusi ramah lingkungan, termasuk di antaranya penggunaan panel fotovoltaik juga resapan air hujan.

“Kami percaya pencapaian ini dapat mendorong berbagai inovasi konstruksi berkelanjutan dan berpeluang untuk digemakan dalam membentuk masa depan bangunan hijau di Indonesia,” tutur Alex Buechi.

Author: Edo Rusyanto

Editor: Jauhari Mahardhika

Sumber: https://investor.id/market/329992/beramairamai-bangun-green-building-dari-blibli-hingga-kawan-lamasinar-mas/all