7 Mei 2026

Arsip foto - Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) menyelesaikan pembuatan mural sambut KTT ASEAN di Jakarta Timur, Jumat (25/8/2023). ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/nz/aa.

Jakarta (Industrial News) – Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mendorong percepatan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara atau Treaty of Amity and Cooperation (TAC) dalam Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) di Cebu, Filipina, Kamis.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis, Sugiono mendorong ASEAN untuk lebih terkoordinasi dalam memajukan kohesi internal yang lebih kuat dan keterlibatan lebih berdampak secara eksternal dalam menghadapi situasi geopolitik saat ini.

“Di dunia yang semakin bergejolak, ASEAN tetap menjadi mitra yang terpercaya, stabil, dan dapat diandalkan; yang ditunjukkan oleh meningkatnya jumlah aksesi ke TAC. Kita juga harus mempercepat prosesnya karena sangat jelas bahwa ASEAN dipercaya oleh mitra eksternal kita,” kata Sugiono.

Menurutnya, TAC adalah dorongan untuk memperkuat kerja sama dengan negara-negara pihak dalam berbagai kepentingan bersama sekaligus meningkatkan relevansinya.

Dalam konteks tersebut, pendekatan inklusif ASEAN tetap menjadi kunci untuk mendorong keterlibatan eksternal yang lebih konstruktif.

Terkait ASEAN Regional Forum (ARF), Sugiono mengatakan ASEAN perlu pendekatan lebih berwawasan terhadap moratorium mitra dialog, serta menegaskan kembali dukungan Indonesia kepada Turki untuk menjadi mitra dialog penuh ASEAN.

Filipina menjadi tuan rumah KTT ASEAN 2026 dan pertemuan terkait dengan tema “Menavigasi Masa Depan Kita, Bersama”.

Menjelang KTT ke-48 ASEAN pada Jumat (8/5), serangkaian pertemuan tingkat menteri digelar terlebih dahulu pada Kamis, antara lain Pertemuan Menteri Luar Negeri ASEAN (AMM) dan Pertemuan ke-31 Dewan Komunitas Politik-Keamanan ASEAN (APSC).

ASEAN juga memperingati 50 tahun TAC pada tahun ini, yang menandai lima dekade perdamaian, stabilitas, dan kerja sama regional. Hingga kini, terdapat 57 negara yang menandatangani TAC ASEAN, di mana Aljazair dan Uruguay menandatangani TAC ASEAN pada 2025. [*]