Petugas Basarnas di KN SAR Laksmana 241 melakukan pengamatan saat operasi SAR korban Kapal Motor (KM) Virgo Transport 8 di perairan Laut Jawa, Kalimantan Selatan, Kamis (17/9/2026). Pada hari kelima operasi SAR, Basarnas memperluas area pencarian korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 hingga 6.120 mil laut persegi dengan mengerahkan 1.097 personel serta kekuatan udara dan laut di enam sektor pencarian. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/kye (Bayu Pratama S)
Jakarta (Industrial News) – Anggota Komisi V DPR RI Mori Hanafi menyampaikan apresiasi atas kerja keras dari Basarnas dan seluruh Tim SAR gabungan dalam proses pencarian dan evakuasi korban KM Virgo Transport 8.
Menurut Mori, Basarnas tidak hanya menunjukkan komitmen dan keberanian di lapangan, tetapi juga telah mengerahkan beragam upaya dalam menghadapi situasi pencarian yang sulit dan kompleks.
“Saya mengapresiasi kerja keras Basarnas dan seluruh Tim SAR Gabungan. Dalam kondisi yang tidak mudah seperti ini, mereka sudah bekerja out of the box, mencari berbagai cara dan terobosan agar proses pencarian korban tetap dapat dilakukan secara maksimal,” ujar dia di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.
Menurut Mori, operasi SAR dengan kondisi kapal, arus laut, keterbatasan akses, serta risiko bagi penyelam membutuhkan kreativitas, teknologi, pengalaman, dan keberanian mengambil langkah-langkah teknis yang tidak biasa.
“Ini bukan operasi yang sederhana. Karena itu saya melihat Basarnas sudah berusaha menggunakan seluruh kemampuan yang ada, baik dari sisi personel, teknologi maupun koordinasi lintas unsur. Kerja seperti ini patut kita hargai,” ujarnya.
Mori juga memberikan penghormatan kepada para penyelam dan seluruh personel SAR yang tetap menjalankan tugas di tengah risiko tinggi.
“Di balik operasi ini ada keluarga korban yang masih menunggu kepastian. Karena itu setiap ikhtiar Basarnas untuk menemukan korban sangat berarti. Negara harus terus memberikan dukungan penuh kepada mereka,” kata dia.
Mori berharap pengalaman operasi KM Virgo juga menjadi momentum untuk terus memperkuat kemampuan Basarnas, khususnya dalam teknologi pencarian bawah laut dan operasi penyelamatan pada kondisi ekstrem.
“Basarnas sudah menunjukkan kerja keras dan keberanian untuk keluar dari pola biasa. Ke depan kemampuan seperti ini harus terus diperkuat agar respons SAR Indonesia semakin cepat, modern dan profesional,” ucap Mori.
Sebelumnya, Basarnas mengerahkan 1.042 personel gabungan untuk memperkuat operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap 57 lagi korban kecelakaan KM Virgo Transport 8 yang belum ditemukan hingga hari ke-18 operasi SAR, Rabu (30/9).
Kepala Kantor SAR Kelas A Banjarmasin I Putu Sudayana selaku SAR Mission Coordinator (SMC) mengatakan pada hari ke-18, tim gabungan mengerahkan unsur udara, laut, darat, dan penyelam gabungan.
“Sekarang total personel yang terlibat 1.041 orang dilengkapi berbagai armada untuk memperkuat pencarian korban yang masih hilang,” kata Putu.
Putu mengatakan 1.041 personel yang terlibat dalam operasi tersebut berasal dari Basarnas, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Polair Polda Kalimantan Selatan, kapal pendukung Kementerian Perhubungan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta potensi SAR lainnya. [*]