22 April 2026

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat menghadiri peletakan batu pertama (groundbreaking) pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia. Proyek tersebut dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology di Gresik, Jawa Timur, Rabu (8/04/2026). (ANTARA/HO-Kemenko Perekonomian)

Jakarta (Industrial News) – Pabrik produksi melamin pertama di Indonesia mulai dibangun di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik, Jawa Timur yang menelan investasi 600 juta dolar AS atau setara dengan Rp10,23 triliun.

Proyek pabrik melamin yang dikembangkan oleh PT GEABH Joint Technology tersebut menjadi bagian dari pengembangan industri hilir berbasis gas alam. Melalui proyek ini, gas alam akan diolah menjadi amonia cair yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk turunan seperti urea, melamin, dan amonium nitrat yang memiliki nilai tambah tinggi.

“Kita berkumpul hari ini untuk menyaksikan tonggak penting dalam perjalanan industri Indonesia, yaitu peletakan batu pertama pabrik melamin pertama dan terbesar di Indonesia,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

Produk-produk tersebut diharapkan dapat mendukung berbagai sektor strategis, antara lain pertanian, industri kimia, serta manufaktur, sekaligus membuka peluang ekspor dan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global.

Selain itu, proyek ini juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja serta meningkatkan aktivitas ekonomi di kawasan sekitar.

“Pemerintah Indonesia tetap berkomitmen untuk memastikan iklim investasi yang kondusif. Kami akan terus memberikan dukungan dan insentif yang diperlukan agar PT GEABH Joint Technology serta seluruh investor di KEK ini dapat tumbuh dan berkembang secara optimal,” kata Menko.

Pembangunan pabrik melamin itu merupakan bagian dari pengembangan kawasan industri terintegrasi di KEK Gresik yang terus menunjukkan kinerja positif dalam menarik investasi strategis.

Hingga akhir 2025, total investasi kumulatif di KEK secara nasional mencapai sekitar 19,7 miliar dolar AS, dengan kontribusi signifikan dari KEK Gresik sebesar 6,1 miliar dolar AS atau sekitar 31 persen dari total investasi KEK nasional.

Kinerja investasi tersebut turut didukung oleh stabilitas makroekonomi nasional yang tetap terjaga.

Pada 2025, ekonomi Indonesia tercatat tumbuh sebesar 5,11 persen, didorong oleh konsumsi domestik yang kuat, peningkatan investasi, serta kinerja ekspor yang solid. Selain itu, realisasi investasi pada triwulan IV 2025 juga mencatat pertumbuhan sebesar 9,7 persen (year-on-year) dengan nilai mencapai 29,2 miliar dolar AS.

KEK Gresik sebagai salah satu kawasan prioritas nasional memiliki peran strategis dalam mendorong hilirisasi industri dan peningkatan ekspor.

Kawasan ini juga berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah, di mana sektor manufaktur di Jawa Timur menyumbang sekitar 31,32 persen terhadap perekonomian, sementara di Kabupaten Gresik kontribusi sektor manufaktur mencapai 52,58 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB).

Selain mendorong pertumbuhan ekonomi, pengembangan KEK Gresik juga memberikan dampak positif terhadap kesejahteraan masyarakat. Hal ini tercermin dari penurunan tingkat pengangguran dari 8,00 persen menjadi 5,47 persen dalam lima tahun terakhir serta peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari 76,98 pada 2021 menjadi 79,69 pada 2025. [*]