Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau atau Kepri merupakan kota terencana untuk kawasan ekonomi khusus.
Bahkan untuk mewujudkan Kota Batam agar bisa menyaingi Malaysia dan Singapura, sehingga diusulkan pembentukan Provinsi Batam.
Sebagai kawasan industri Kota Batam sangat pantas jadi provinsi baru atau daerah otonomi baru yang khusus agar bisa bersaing dengan kedua negara tetangga tersebut.
Sebab, saat ini setidaknya ada 8 kawasan industri di Batam calon provinsi baru pemekaran Provinsi Kepulauan Riau yang sudah sangat besar dan dikenal.
Apalagi Kota Batam saat ini sangat potensial untuk bisnis di bidang layanan strategis, teknologi informatika, manufaktur dan perdagangan.
Sebab, Kota Batam sendiri saat ini juga mendapat dukungan dari Kabupaten Bintan dan Kabupaten Karimun sebagai kawasan perdagangan bebas dan pelabuhan bebas.
Bahkan, kawasan Kabupaten Bintan juga sedang meningkatkan sektor pariwisata dan area industri alumina, pengolahan pangan, pertahanan maritim, hingga industri olahraga.
Salah satunya ada kawasan kawasan industri Lobam yang akan melakukan pengembangan untuk meningkatkan kuota industri di Pulau Bintan.
Dimana, Lobam Industrial Estate sudah memiliki lahan seluas 172 hektare di Pulau Bintan direncanakan khusus untuk produksi barang-barang ekspor.
Selain itu, Kabupaten Bintan juga akan mengembangkan Bandara Internasional Bintan yang akan berfungsi untuk MRO, hubungan logistik dan aerospace park.
Sementara itu, 8 kawasan industri di Kota Batam yang saat ini mengalami pertumbuhan positif, yakni sebagai berikut:
1. Sarana Industrial Point
Sarana Industrial Point berada di dekat pusat Kota Batam. Dimana, Sarana Industrial Point kini telah menambah kapasitas industrinya dengan 1.000 pabrik baru.
Dengan lokasi terbilang strategis dekat dengan Pelabuhan Ferry yang memudahkan investor saat berkunjung ke Sarana Industrial Point.
Dan ada juga fasilitas yang menunjang bisnis para investor lokal maupun mancanegara.
Terakhir, Sarana Industrial Point juga memiliki akses telekomunikasi mumpuni oleh Telkom dan pasokan air bersih sesuai dengan standar WHO.
2.Batamindo Industrial Park
Kawasan industri Batamindo Industrial Park berdiri sebagai sebuah fasilitas siap pakai yang dibutuhkan oleh sebuah perusahaan dan juga industri.
Dimana, keuntungan kawasan industri ini tawarkan adalah kemudahan untuk memulai usaha, salah satunya perihal besaran penanaman modal.
Selain itu, Kawasan industrial Batamindo mencakup area operasional manufaktur, seperti pabrik, perkantoran, serta area produksi lainnya.
Serta juga tersedia lahan fasilitas tambahan. Diantaranya adalah asrama pekerja, perumahan, dan fasilitas komersil.
Terakhir, Batamindo Industrial Park terkenal dengan reputasi internasional sejak tahun 1990 dan kini berdiri di atas lahan seluas 320 hektare.
3.Panbil Industrial Estate
Untuk kawasan industri Panbil Industrial Estate merupakan salah satu entitas bisnis dengan reputasi besar di Indonesia sejak tahun 1989.
Lantas pada tahun 2001, Panbil Industrial Estate melakukan ekspansi melalui pendirian Panbil Industrial Estate sebagai kawasan industri di area Batam.
Panbil Industrial Estate merupakan salah satu kawasan industri yang cukup inovatif, saat resmi beroperasi untuk pertama kali.
Kawasan industri satu ini berdiri lengkap dengan pusat perbelanjaan, zona rekreasi, apartemen, dan fasilitas lainnya.
Terkait industrinya, Panbil Industrial Estate memfokuskan bisnisnya untuk mengakomodasi manufaktur elektronik yang terus berkembang di Batam.
Selain itu, manufaktur otomotif, telekomunikasi, dan industri lainnya juga tersedia di kawasan industri ini.
4.Tunas Industrial Estate
Kemudian, Tunas Industrial Estate merupakan salah satu kawasan industri di Batam yang cukup punya peran besar.
Berdiri di atas lahan seluas 64 hektare sejak tahun 2001, kawasan industri ini pun ikut tumbuh seiring perkembangan Batam.
Serta, Tunas Industrial Estate memiliki 4 kawasan industrial yang mengakomodasi beragam kebutuhan industri.
5.Kabil Integrated Industrial Estate
Kabil Integrated Industrial Estate atau KIIE berdiri di atas lahan seluas 540 hektare merupakan salah satu kawasan industri di batam dengan lokasi yang strategis.
Yakni berada dekat dengan tepi laut Batam, kawasan industri ini hadir untuk mengakomodasi kebutuhan industri dari sektor migas.
Adapun keuntungan KIIE adalah pelabuhan kargo internasional. Fasilitas tersebut memudahkan perusahaan dalam proses pengiriman dan penerimaan kargo.
6.Citra Buana Industrial Park I, II, III
Kawasan industri Citra Buana Industrial Park I, II, dan III merupakan salah satu pionir dalam perencanaan area industrial di Batam.
Dimana, kawasan industri satu ini memiliki banyak bangunan pabrik untuk perdangangan industri ringan.
Selanjutnya, reputasi dari Citra Buana Industrial Park juga sudah mencapai market internasional.
Diantarnya berkat pengembangan properti residensial dan komersial berkualitas.
7.Bintang Industrial Park I, II
Bintang Industrial Park memiliki lahan seluas 75 hekater merupakan instalasi kawasan industri dibuka langsung Kementerian Perindustrian dan Perdagangan RI.
Dimana, area utama dari kawasan industri Batam ini berada dalam kawasan pembuatan kapal.
Dalam aspek operasional, pabrik yang tersedia berfungsi untuk meningkatkan operasional sektor otomotif, elektronik, mesin, dan lainnya.
8.Kawasan Industri Wiraraja
Kawasan Industri Wiraraja jadi salah satu destinasi yang optimal bagi Anda atau rekanan pemodal asing yang ingin mulai berbisnis di Indonesia.
Sebagai kawasan industri milik negara, pengusaha mendapatkan keuntungan untuk bebas memiliki izin lokasi.
Kawasan Industri Wiraraja juga dilengkapi dengan ketersediaan air bersih dan gas alam, keamanan 24 jam, fasilitas pendukung, serta jaringan listrik tegangan tinggi.
Serta kawasan industri milik negara ini secara khusus mengizinkan fitur KLIK.
Dimana, fitur tersebut memperbolehkan investor untuk melangsungkan konstruksi setelah mendapatkan izin terkait.
Serta Kawasan Industri Wiraraja merupakan salah satu dari 47 area industrial yang menawarkan keuntungan dari KLIK.
Jadi itulah 8 kawasan industri yang bisa menopang Kota Batam menjadi provinsi baru pemekaran Provinsi Kepulauan Riau.
Diberitakan Palpos.id sebelumnya, Kota Batam Provinsi Kepulauan Riau merupakan kota yang dibangun secara terencana.
Makanya Kota Batam dibuat sebagai kawasan ekonomi khusus serta sebagai kawasan industri yang dikelola perseroan.
Bahkan tujuan pembentukan Kota Batam untuk saingi Singapura dan Malaysia karena letaknya sangat strategis.
Akhirnya ada usul Kota Batam sebagai provinsi daerah otonomi baru pemekaran Provinsi Kepulauan Riau.
Sebab, lokasi yang strategis yaitu berada di selat Singapura sayang tidak dimanfaatkan. Dan saran itu sangat realistis.
Disisi lain, untuk pembentukan Provinsi DOB atau daerah otonomi baru tentu harus melengkapi persyaratan, termasuk minimal ada lima kabupaten dan atau kota.
Artinya Kota Batam saat ini mau tidak mau harus melakukan pemekaran wilayah membentuk kabupaten dan kota untuk memenuhi persyaratan tersebut.
Adapun rencana pembentukan 3 kota dan 2 kabupaten pemekaran Kota Batam tersebut, yakni sebagai berikut:
1.Kota Batam Selatan
Kota Batam Selatan pemekaran Kota Batam akan diisi tiga kecamatan yakni Kecamatan Segulung, Kecamatan Sei Beduk dan Kecamatan Batu Aji.
2.Kota Batam Barat
Untuk Kota Batam Barat pemekaran Kota Batam ada tiga kecamatan bergabung yaitu Kecamatan Batam Kota, Kecamatan Nongsa, dan Kecamatan Bengkong.
3.Kota Batam Timur
Usulan bentuk Kota Batam Timur pemekaran Kota Batam terdiri tiga kecamatan, yakni Kecamatan Sekupang, Kecamatan Batu Ampar dan Kecamatan Lubuk Baja.
4.Kabupaten Batam Kepulauan
Selanjutnya Kabupaten Batam Kepulauan pemekaran Kota Batam dengan dua kecamatan bergabung, yakni Kecamatan Belakang Padang dan Kecamatan Bulang.
5.Kabupaten Gelang
Terakhir usulan bentuk Kabupaten Gelang pemekaran Kota Batam dan baru satu kecamatan bergabung yakni Kecamatan Gelang.
Itu artinya selain pemekaran kabupaten dan kota, Pemkot Batam juga harus melakukan pemekaran kecamatan untuk memenuhi persyaratan.
Sebab, untuk pembentukan kota baru harus minimal 4 kecamatan, dan bentuk kabupaten baru minimal 5 kecamatan bergabung.
Reporter: Bambang
Editor: Bambang
