9 Juni 2026

Arsip foto - Presiden Amerika Serikat Donald Trump. /ANTARA/Anadolu/py.

New York (Industrial News) – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran dapat ditandatangani dalam dua hingga tiga hari ke depan.

“Kami berada pada tahap akhir dari apa yang akan menjadi kesepakatan yang sangat, sangat baik yang tidak akan memungkinkan (Iran) memiliki senjata nuklir dalam bentuk apa pun. Dan selat itu (Hormuz) akan dibuka kembali segera. Selat itu akan dibuka segera setelah penandatanganan, yang bisa terjadi dalam dua atau tiga hari,” kata Trump kepada para wartawan, seperti dilansir dari Antara.

Ketika diminta memperjelas pernyataannya, Trump menegaskan bahwa yang dimaksud adalah “dua atau tiga hari”, bukan beberapa pekan.

“Kami memiliki peluang yang baik untuk mewujudkannya. Sejujurnya, kami seharusnya bisa menyelesaikannya dalam satu jam jika memang mau. Saya pikir kami sangat dekat dengan kesepakatan yang sangat baik, kuat, dan penting,” tambah presiden AS tersebut.

Pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah sasaran di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil. Iran kemudian membalas dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di Timur Tengah.

Pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata. Namun, perundingan lanjutan yang digelar di Islamabad berakhir tanpa menghasilkan terobosan.

Saat ini, proses negosiasi antara Iran dan AS masih berlangsung. Upaya terbaru difokuskan pada penyelesaian rancangan memorandum kesepahaman sebagai kerangka dasar kesepakatan. Di saat yang sama, kedua pihak masih sesekali saling melancarkan serangan terbatas secara terpisah. [*]