22 Juni 2026

Anggota DPD RI Komisi III, Lia Istifhama

Surabaya (Industrial News) – Anggota DPD RI Komisi III, Lia Istifhama, memberikan apresiasi tinggi atas capaian Jawa Timur yang terus menjadi daerah utama penyumbang susu dan populasi sapi perah nasional. Ia menyebut posisi Jawa Timur sebagai penopang besar industri peternakan nasional semakin kuat dari waktu ke waktu.

Data terbaru menunjukkan populasi sapi perah di provinsi ini mencapai 292,26 ribu ekor, atau sekitar 60 persen dari total nasional. Produksi susunya pun menembus 476.712 ton, yang berkontribusi sekitar 58 persen terhadap kebutuhan susu Indonesia.

Dalam kegiatan Gerakan Serentak Pelayanan Inseminasi Buatan (GSPIB) Jawa Timur 2025 di City Forest Sumbersari, Jember, Ning Lia menekankan bahwa keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja sama berbagai pihak yang terus terbangun dengan baik. Ia menilai komitmen itu sekaligus menunjukkan betapa pentingnya peran Jawa Timur dalam menopang ketahanan susu nasional.

Ning Lia menuturkan bahwa dukungan pemerintah dan penerapan teknologi terbaru di bidang peternakan membawa dampak besar bagi peningkatan produktivitas. Kombinasi tersebut diyakini menjadi penggerak utama perkembangan sektor peternakan dalam beberapa tahun terakhir.

“Kontribusi Jawa Timur terhadap penyediaan susu benar-benar luar biasa,” ujar senator yang juga putri dari ulama karismatik Jawa Timur, KH Maskur Hasyim. Ia menambahkan, kemajuan ini menjadi bukti bahwa para peternak semakin profesional dan berdaya saing.

Tak hanya unggul dalam populasi dan produksi, Jawa Timur juga mencatat kemajuan besar dalam pelaksanaan inseminasi buatan. Sejak Januari hingga 24 November 2025, lebih dari 1.099.397 ekor sapi telah mendapatkan layanan inseminasi melalui program GSPIB.

Capaian tersebut menunjukkan upaya berkesinambungan pemerintah provinsi dalam meningkatkan kualitas genetika sapi perah maupun sapi potong. Dorongan ini juga memberikan semangat baru bagi para peternak untuk terus berinovasi dalam pengelolaan usaha mereka.

Ning Lia menyampaikan bahwa perkembangan sektor peternakan di Jawa Timur merupakan wujud kerja kolektif yang berpengaruh langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Ia menegaskan bahwa hasil ini harus menjadi motivasi untuk mempertahankan momentum yang telah dicapai.

“Saya berharap kolaborasi antara pemerintah, peternak, dan pemangku kepentingan lainnya semakin menguat di masa mendatang. Dengan sinergi ini saya optimistis target swasembada susu nasional dapat semakin cepat terwujud,” tandasnya. [*]