Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani. ANTARA/Dokumentasi Pribadi
Jakarta (Industrial News) – Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus Chief Executive Officer (CEO) Danantara Indonesia Rosan Roeslani menyebut rekam jejak Luke Thomas Mahony menjadi salah satu pertimbangan utama dalam penunjukannya sebagai Direktur Utama PT Danantara Sumber Daya Indonesia (DSI).
“Ya kita kan melihat banyak pertimbangan juga, ini kan lebih dari track record-nya juga,” kata Rosan menjawab pertanyaan wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, seperti dilansir dari Antara.
Rosan menilai Luke memiliki pengalaman yang kuat di sektor mineral dan perdagangan (trading), termasuk pengalaman memimpin sejumlah perusahaan mineral. Selain itu, Luke juga dinilai memiliki jaringan yang baik serta kinerja yang sangat baik selama bergabung di Danantara Indonesia.
“Yang paling penting justru pengalaman trading-nya ada, mineralnya ada, jadi pimpinan di banyak perusahaan mineral dan network-nya juga baik, dan yang paling penting juga kita lihat selama ini di Danantara kerjanya juga sangat-sangat baik,” ucapnya.
Menurut Rosan, pengalaman Luke di perusahaan multinasional, termasuk di PT Vale Indonesia, turut menjadi pertimbangan dalam penunjukan tersebut. Rosan juga menyebut Luke memahami bahasa Indonesia.
“Dia pun bisa bahasa Indonesia juga dan memang istrinya orang Indonesia,” katanya.
Luke merupakan warga negara Australia yang pernah menjabat sebagai Direktur PT Vale Indonesia.
Selain itu, Luke diketahui juga menjabat sebagai SEVP Business Performance & Optimization Danantara Indonesia sejak September 2025.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara, Kompleks MPR, DPR, DPD RI, Jakarta, Rabu (20/5) telah mengumumkan pemerintah menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) tentang Tata Kelola Ekspor Komoditas Sumber Daya Alam (SDA).
Dalam PP terbaru itu, Prabowo menyebut dengan terbitnya aturan itu menjadikan BUMN menjadi eksportir tunggal untuk komoditas minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy).
“Penjualan semua hasil sumber daya alam kita, kita mulai dengan minyak kelapa sawit, batu bara, dan paduan besi (ferro alloy), kita wajibkan harus dilakukan penjualannya melalui BUMN yang ditunjuk oleh Pemerintah Republik Indonesia sebagai pengekspor tunggal,” ujar Presiden Prabowo. [*]