19 Juni 2026

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso/ Dok. ekon.go.id

Jakarta (Industrial News) — Presiden Prabowo Subianto akan menambah enam kawasan ekonomi khusus (KEK) baru, termasuk untuk industri halal hingga mobil listrik.

Rencana tersebut diungkapkan oleh Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso dalam Konferensi Pers Perkembangan KEK di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta pada Selasa (9/9/2025), seperti dilansir dari bisnis.com.

Susi merincikan bahwa kini Indonesia sudah memiliki 25 KEK (7 di Pulau Jawa dan 18 lainnya tersebar di luar Pulau Jawa) dengan luas wilayah sebesar 23.797,88 hektare (Ha). Kendati demikian, masih ada KEK lain yang menunggu persetujuan Prabowo.

“Masih ada 6 KEK yang menunggu persetujuan PP-nya [Peraturan Pemerintah-nya], menunggu penetapan dari Bapak Presiden. Salah satunya nanti adalah ada KEK Halal, yang ada di Sidoarjo,” kata Susi.

Anak buah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto itu menjelaskan bahwa KEK Sidoarjo akan menjadi bagian dari global value chain (rantai pasok dunia) industri halal. Menurutnya, potensi industri halal sangat besar sehingga Indonesia harus memanfaatkannya.

Selain itu, Susi mengungkapkan ada KEK baru untuk pengembangan ekosistem mobil listrik di Subang. Menurutnya, investor China seperti BYD sudah tertarik berinvestasi di KEK itu.

Hanya saja, dia tidak mengungkapkan empat KEK baru lainnya. Dia meminta setiap pihak bersabar, karena proses pengumuman tinggal menunggu penerbitan PP.

“Karena usulan baru kan setiap KEK harus ada satu PP baru. Jadi tetap harus menunggu PP-nya,” jelas Susi usai konferensi pers.

Lebih lanjut, Susi melaporkan bahwa realisasi investasi di KEK mencapai Rp40,48 triliun selama semester I/2025 atau setara 48,2% dari target realisasi investasi sepanjang tahun (Rp84,1 triliun).

Angka itu naik 29% dari realisasi investasi di KEK pada periode yang sama tahun lalu. Berdasarkan catatan Bisnis, realisasi investasi di KEK sebesar Rp31,4 triliun selama semester I/2024.

Realisasi investasi sepanjang paruh pertama 2025 itu mampu menyerap tenaga kerja sebanyak 28.094 orang atau setara 56,4% dari total target sepanjang tahun (49.779 orang).

Sementara secara kumulatif atau sejak pembentukan KEK pertama pada 2012 hingga 30 Juni 2025, total realisasi investasi mencapai Rp294,4 triliun. Jumlah investasi itu menyerap tenaga kerja sebesar 187.376 orang dan 442 pelaku usaha.

Dia menyatakan KEK mempunyai peran yang sangat besar dalam mendorong transformasi ekonomi terutama lewat hilirisasi agar mendorong nilai tambah industri manufaktur. Susi mencontohkan sukses hilirisasi di KEK Gresik yang membuat smelter single line terbesar di dunia.

Dengan demikian, semua produksi tembaga Indonesia melalui smelter di KEK Gresik. Bahkan, menurutnya, KEK Gresik berhasil menarik industri hilirisasi yang memerlukan bahan baku tembaga dari beberapa negara.

“Kalau kita simpulkan sesuai dengan tujuan pemerintah KEK-KEK ini akan menjadi pilar utama ekonomi kita ke depan untuk mendorong ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Susi. [*]