9 Juni 2026

Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan tiba di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (9/6/2026). ANTARA/Genta Tenri Mawangi.

Jakarta (Industrial News) – Presiden Prabowo Subianto memanggil Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan dan ekonom senior sekaligus eks menteri keuangan Chatib Basri ke Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa sore.

Luhut dan Chatib tiba bersamaan sekitar pukul 15.30 WIB di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta.

Walaupun demikian, Luhut dan Chatib memilih irit bicara saat ditanya agenda pertemuannya nanti dengan Presiden. Terlepas dari itu, Chatib membenarkan dirinya menyambangi Istana untuk memenuhi panggilan Presiden.

Di Istana Kepresidenan hari ini, Presiden Prabowo juga rapat terbatas bersama Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait.

Kemudian, Presiden Prabowo pada Selasa siang juga menerima surat kepercayaan dari beberapa duta besar negara sahabat di Istana Merdeka. Informasi yang beredar di kalangan wartawan, ada sembilan duta besar negara sahabat yang menyerahkan surat kepercayaannya hari ini.

Presiden Prabowo pada Senin (8/6) telah menerima surat kepercayaan dari delapan duta besar negara sahabat, yaitu Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh (LBBP) Sri Lanka untuk Indonesia ⁠Sumadhurika Sashikala Premawardhane, Duta Besar LBBP Filipina untuk Indonesia ⁠Christopher Baltazar Montero, Duta Besar LBBP Korea Selatan untuk Indonesia Yoon Soongu, dan Duta Besar LBBP Ceko untuk Indonesia ⁠Petr Kopřiva.

Kemudian, ada pula Duta Besar LBBP Palestina untuk Indonesia Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattari, Duta Besar LBBP Yunani untuk Indonesia ⁠Dimitrios Michalopoulos, Duta Besar LBBP Lebanon untuk Indonesia ⁠Salam Al Achkar, dan Duta Besar LBBP Saint Lucia untuk Indonesia Menissa Rambally.

Prosesi penyerahan surat kepercayaan di Istana Merdeka, Senin dan hari ini dihadiri oleh tiga wakil menteri luar negeri, yaitu Muhammad Anis Matta, Arrmanatha Christiawan Nasir, dan Arif Havas Oegroseno. Kemudian, ada pula Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya. [*]