14 Juli 2026

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026). ANTARA/Harianto

Bener Meriah, Aceh (Industrial News) – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memastikan pemerintah melanjutkan program pengembangan Kopi Gayo melalui penambahan 17 juta bibit sepanjang 2026 untuk memperkuat produksi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di seluruh wilayah Aceh.

“Itu kita berikan totalnya 17.000 (hektare) dengan jumlah batang 17 juta (bibit) kopi untuk seluruh Aceh. Insyaallah tahun depan kita akan tingkatkan, yang penting ini dirawat dengan baik,” kata Mentan dalam kunjungan kerja di kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, seperti dilansir dari Antara.

Menurutnya, bantuan bibit tersebut telah memberikan fondasi kuat bagi peningkatan produktivitas perkebunan rakyat sekaligus memperkuat posisi Kopi Gayo sebagai komoditas unggulan yang berdaya saing di pasar dunia.

Amran menegaskan pemerintah akan kembali mengalokasikan bantuan pengembangan kopi pada tahun depan dengan syarat tanaman yang telah ditanam dirawat secara baik oleh seluruh petani penerima.

Ia meminta pemerintah daerah, penyuluh pertanian, dan seluruh pemangku kepentingan terus mengawal pemeliharaan tanaman agar bantuan pemerintah menghasilkan kebun kopi yang produktif dan berkelanjutan.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam kunjungan kerja di kawasan pembibitan kopi di Desa Rimba Raya, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah, Aceh, Selasa (14/7/2026). ANTARA/Harianto

Amran juga mengapresiasi jajaran Kementerian Pertanian di Aceh yang dinilai berhasil mengawal proses pembibitan sehingga menghasilkan bibit berkualitas dan pertumbuhan tanaman yang memuaskan di lapangan.

Ia juga menyampaikan penghargaan kepada para penyuluh pertanian lapangan yang terus mendampingi petani mulai dari penanaman, pemeliharaan, hingga pengembangan kebun kopi secara berkelanjutan.

Menurut Amran, kualitas bibit menjadi faktor penting untuk menjaga mutu Kopi Gayo sehingga mampu memenuhi permintaan pasar sekaligus meningkatkan nilai tambah yang diterima petani Aceh.

Amran optimistis penambahan 17 juta bibit akan memperkuat produksi Kopi Gayo, meningkatkan pendapatan petani, serta mendorong Aceh menjadi salah satu pusat pengembangan kopi unggulan Indonesia yang semakin mendunia.

“PPL (penyuluh pertanian lapangan) saya terima kasih. Ini bekerja dengan baik. Ini Kopi Gayo kita antar, sekarang ini sudah mengglobal. Jadi bagaimana Kopi Gayo menggetarkan dunia, bila perlu seluruh dunia ini mencicipi Kopi Gayo,” kata Mentan Amran. [*]