Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso pergelaran busana IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10/2026). (ANTARA/HO-Kemendag)
Jakarta (Industrial News) – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan Kementerian Perdagangan (Kemendag) berkomitmen untuk terus mendorong perkembangan industri fesyen modest nasional di pasar dalam dan luar negeri.
Dalam pergelaran busana IN2MOTIONFEST x JMFW 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Kamis (15/10) malam, Budi menyebut gelaran itu merupakan kolaborasi Kemendag dan Bank Indonesia untuk semakin membuka potensi sektor fesyen modest Indonesia.
“Pasar fesyen domestik kita besar, maka harus kita manfaatkan dengan mengembangkan produk-produk fesyen kita sendiri. Modest fesyen terbukti memiliki potensi besar, sehingga harus dimaksimalkan di dalam sekaligus luar negeri,” ujar Budi dalam keterangan di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.
Salah satu upaya Kemendag di pasar dalam negeri adalah mendorong kemitraan ritel. Upaya itu ditempuh melalui kerja sama dengan Himpunan Peritel dan Penyewa Pusat Perbelanjaan Indonesia (Hippindo).
Pelaku usaha fesyen berkesempatan untuk melakukan penjajakan bisnis (business matching) dengan ritel modern anggota Hippindo. Tujuannya, agar produk fesyen nasional yang berdaya saing dapat masuk ke jaringan toko serba ada (department store) dan mal.
“Produk fesyen kita makin banyak diminati di luar negeri. Kemendag tidak henti-hentinya mempromosikan produk kita melalui perwadag (perwakilan perdagangan) RI di luar negeri. Jika tertarik untuk ekspor, silakan langsung bergabung dan ikuti business matching. Bapak dan Ibu cukup presentasi daring, kemudian perwakilan perdagangan RI di luar negeri akan mencarikan buyer,” kata Budi.
Fesyen modest menjadi salah satu sektor potensial Indonesia. Pada Januari-Agustus 2026, ekspor sektor ini ke dunia mencapai 5,97 miliar dolar AS atau tumbuh 2,89 persen secara tahunan.
Sebelumnya, pada 2025, nilai ekspor fesyen modest Indonesia mencapai 8,67 miliar dolar AS atau naik 3 persen dibanding 2024.
Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy (SGIE) 2025/26, belanja konsumen muslim dunia untuk pakaian dan alas kaki mencapai 347 miliar dolar AS pada 2024.
Nilai ini diproyeksikan naik menjadi 444 miliar dolar AS pada 2029 mendatang. Laporan tersebut juga menempatkan Indonesia di peringkat pertama dunia dalam sektor fesyen modest pada 2025. [*]