16 September 2026

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam Puncak Perayaan Hari Ozon Sedunia 2026 yang diselenggarakan di Bekasi, Jawa Barat, Rabu (16/9/2026). (ANTARA/HO-Kemnaker RI)

Jakarta (Industrial News) – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) dan Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) mendorong pengembangan pekerjaan hijau (green jobs) untuk mendukung pelindungan lapisan ozon dan pendinginan berkelanjutan.

Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli dalam keterangannya di Jakarta, Rabu, mengatakan, transisi menuju ekonomi hijau perlu diikuti kesiapan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai perkembangan teknologi dan kebutuhan industri.

Oleh karena itu, lanjut dia, selain keterampilan teknis, tenaga kerja juga perlu memiliki wawasan mengenai lingkungan.

“Momentum Hari Ozon Sedunia pada hari ini kita jadikan untuk mengakselerasi kesiapan tenaga kerja dalam menghadapi transisi hijau. Salah satu yang menjadi lini depan adalah operator dan teknisi reparasi AC serta peralatan pendingin,” kata Yassierli, seperti dilansir dari Antara.

Menurut Yassierli, teknisi bidang refrigerasi dan tata udara (refrigeration and air conditioning/RAC) perlu memiliki kompetensi yang memadai agar mampu mengikuti perkembangan teknologi sekaligus memahami aspek lingkungan dalam menjalankan pekerjaannya.

Karena itu, Kemnaker bersama KLH/BPLH terus mengembangkan standar dan materi pelatihan yang relevan.

“Bagaimana memilih, mengoperasikan, termasuk bagaimana zat-zat yang berbahaya terhadap lingkungan tidak lagi digunakan. Ini menjadi bagian dari komitmen Indonesia secara global untuk mengurangi kerusakan ozon,” ujarnya.

Lebih lanjut, Yassierli menambahkan, kolaborasi Kemnaker dan KLH/BPLH dalam pengembangan kapasitas tenaga kerja bidang RAC telah berjalan sejak 2017.

Kerja sama tersebut mencakup pemutakhiran Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI), pengembangan kurikulum dan skema pelatihan, serta penguatan kompetensi tenaga kerja.

Dalam kegiatan tersebut, dilakukan penyerahan secara simbolis hibah 99 unit peralatan pelatihan RAC dari KLH/BPLH kepada Kemnaker.

Peralatan tersebut selanjutnya akan dimanfaatkan untuk mendukung pelatihan di 14 BBPVP/BPVP yang tersebar dari Aceh hingga Sorong.

Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat mengatakan, penguatan kompetensi teknisi diperlukan agar penggunaan teknologi pendingin dapat dilakukan secara aman dan sesuai dengan perkembangan teknologi yang lebih ramah lingkungan.

“Karena sekarang teknologinya sudah baru, maka perlu pelatihan ulang. Kemnaker menyediakan tempat untuk melatih tenaga kerja, sementara kami menyediakan peralatannya,” kata Jumhur.

Ia mengatakan, tenaga kerja hijau merupakan tenaga kerja yang menjalankan pekerjaannya dengan memperhatikan upaya mengurangi emisi dan dampak terhadap lingkungan. [*]