6 Mei 2026

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman di acara “CNG & LNG untuk Rakyat” yang digelar di Jakarta, Selasa (5/5/2026). (ANTARA/Putu Indah Savitri)

Jakarta (Industrial News) – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyatakan stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta sudah membeli solar dari Pertamina.

“Sudah, sudah. Kalau ditanya ke swasta pasti sudah ada (beli solar dari Pertamina),” ujar Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman ketika ditemui di Kantor Kementerian ESDM Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

Laode menyampaikan bahwa sejak pemerintah mengumumkan kepada SPBU swasta untuk membeli solar dari Pertamina, telah berlangsung sejumlah pertemuan antara SPBU swasta dengan Pertamina.

Oleh karena itu, saat ini sudah berjalan pembelian solar dari Pertamina oleh SPBU swasta. “Sebenarnya kan sejak diumumkan itu sudah dilakukan pertemuan-pertemuan. Sudah jalan,” ujar Laode.

Pada Februari 2026, Kementerian ESDM mengatakan badan usaha pengelola stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) swasta menggunakan solar dalam negeri yang dibeli dari Pertamina mulai April 2026.

Terdapat poin-poin yang saat itu harus disiapkan oleh Pertamina pada masa transisi, seperti penyediaan loading port atau pelabuhan muat yang memadai, kargo yang disesuaikan dengan volume yang dipesan oleh masing-masing badan usaha, serta spek bahan bakar murni atau base fuel solar yang disesuaikan dengan permintaan badan usaha.

Berbagai poin itu didiskusikan dalam pertemuan antara Laode dengan badan usaha pengelola SPBU sebagai langkah mitigasi, sehingga pada April diharapkan tidak terjadi krisis yang terkait pembelian solar dalam negeri.

Keharusan membeli solar dari Pertamina menyusul Refinery Development Master Plan (RDMP) di Refinery Unit V Balikpapan, Kalimantan Timur.

RDMP Kilang Balikpapan memungkinkan kilang tersebut mengelola hingga 360 ribu barel per hari. Kapasitas itu setara dengan 22–25 persen atau seperempat dari kebutuhan nasional.

Secara ekonomi, RDMP Balikpapan akan memberikan dampak signifikan terhadap kemandirian energi nasional, dengan penghematan impor BBM hingga Rp68 triliun per tahun, dan kontribusi terhadap PDB nasional mencapai Rp514 triliun.

Ketika disinggung soal SPBU swasta yang akan membeli solar dari Pertamina, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia pun mengiyakan. [*]