22 Juni 2026
Sumber: https://www.beritasatu.com/ekonomi/1034749/jababeka-raih-pendapatan-naik-ke-rp-27-t-tetapi-masih-merugi

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) memperoleh penjualan dan pendapatan jasa sebesar Rp 2,72 triliun pada 2022, naik 9,23% dari Rp 2,49 triliun tahun sebelumnya. Dalam perbandingan periode serupa, beban pokok penjualan dan pendapatan jasa Jababeka justru turun 5,55% (yoy) menjadi Rp 1,32 triliun dan menghasilkan peningkatan laba kotor 28% (yoy) menjadi Rp 1,4 triliun.

Namun, rugi bersih yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk KIJA naik 1.139% (yoy) menjadi Rp 64,73 miliar tahun lalu, yang mendorong rugi per saham dasar jadi Rp 3,12.

Sebenarnya, perseroan mencatatkan laba bersih tahun berjalan sebesar Rp 40,98 miliar pada 2022, turun dari Rp 87,6 miliar pada 2021. Faktor utama yang menyebabkan penurunan ini adalah pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS sepanjang tahun lalu, yang lebih besar dibandingkan 2021.

Sebagai akibat dari pelemahan tersebut, perseroan mencatatkan rugi selisih kurs sebesar Rp 404 miliar pada 2022, naik dari rugi selisih kurs sebesar Rp 77,7 miliar tahun sebelumnya.

Dilihat dari laporan keuangan yang ditandatangani Direktur Utama Kawasan Industri Jababeka Tedjo Budianto Liman, terdapat cadangan penjabaran mata uang asing dalam pos yang akan direklasifikasi ke laba rugi, sebesar – Rp 10,94 miliar. Catatan ini naik signifikan dari tahun sebelumnya senilai – Rp 149,8 juta.

Dari masing-masing lini bisnis, land development & property KIJA mencatatkan peningkatan pendapatan sekitar 8% menjadi Rp 1,37 triliun pada 2022. Hal ini didorong semua segmen dalam pilar tersebut, terutama penjualan tanah matang yang pendapatannya naik menjadi Rp 780 miliar.

“Selain itu, penjualan tanah dan bangunan pabrik standar mengalami peningkatan pendapatan menjadi Rp 111,6 miliar pada 2022. Pendapatan tanah dan serta rumah, ruko, dan apartemen juga meningkat jadi Rp 423,5 miliar,” jelas Sekretaris Perusahaan Kawasan Industri Jababeka Muljadi Suganda dikutip Investor Daily.

Sedangkan pendapatan dari pilar infrastruktur perseroan, terutama listrik, air, estate management, dan dry port meningkat 9% (yoy) menjadi Rp 1,21 triliun tahun lalu. Pertumbuhan kinerja lini bisnis ini terjadi di semua subsegment, yaitu dry port, listrik, serta jasa dan pemeliharaan masing-masing 19%, 9%, dan 2%.

Selanjutnya pilar leisure & hospitality KIJA membukukan kenaikan pendapatan hingga 30% menjadi Rp 122,6 miliar pada 2022. Hal ini dikontribusi oleh peningkatan pendapatan dari vila dan pariwisata, golf, serta agribisnis dan konsultasi, masing-masing senilai Rp 9,2 miliar, Rp 13,3 miliar, dan Rp 6,7 miliar tahun lalu. Kontributor utama segmen ini, masing berasal dari bisnis golf yang menyumbang 62% pendapatan leisure & hospitality Jababeka.

Pada saat yang sama, marjin laba kotor konsolidasi perseroan meningkat menjadi 51% dari 44% pada 2021. Alasan utama peningkatan ini adalah perolehan marjin laba kotor yang lebih tinggi pada pilar Infrastruktur, yang meningkat dari 29% sepanjang 2021 menjadi 40% tahun lalu.

“Terutama disebabkan adanya penerimaan sebagian atas tagihan yang tertunda di Bekasi Power (yang berasal dari tagihan Oktober 2021 hingga Januari 2022) pada 2022. Sedangkan biaya produksi terkait tagihan tersebut telah dibukukan sebagian besar di tahun sebelumnya,” papar Muljadi.

Margin laba kotor dari pilar land development & property juga meningkat, dari 58% pada 2021 menjadi 63% tahun lalu. Hal ini terutama disebabkan berkurangnya kontribusi dari lahan di Kendal yang memiliki margin lebih rendah dibandingkan lahan di Cikarang.

Di sisi lain, margin laba kotor untuk bangunan pabrik standar, serta produk residensial dan komersial meningkat masing-masing sebesar 2%, 8%, dan 4% dibandingkan 2021. Terakhir, marjin laba kotor dari pilar leisure & hospitality meningkat menjadi 34% pada 2022 dari 31% tahun sebelumnya.

Author: Zsazya Senorita

Sumber: https://www.beritasatu.com/ekonomi/1034749/jababeka-raih-pendapatan-naik-ke-rp-27-t-tetapi-masih-merugi/all