4 Mei 2026

Foto Juru Bicara (Jubir) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Febri Hendri Antoni Arief.(DOK. Kemenperin)

Jakarta (Industrial News) – Untuk menjaga keberlanjutan ekspansi, Kemenperin menyiapkan sejumlah langkah, antara lain penguatan pasar domestik melalui P3DN; jaminan ketersediaan energi industri berharga kompetitif; perlindungan impor selektif berbasis SNI; dukungan teknologi dan hilirisasi berbasis sumber daya lokal.

Febri menyatakan Kemenperin mendukung langkah Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat industri nasional melalui pembatasan impor selektif dan pemberantasan barang ilegal.

“Kami mendukung langkah tegas yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto dalam melindungi pelaku usaha dalam negeri dari berbagai tekanan global, seperti banjir impor dari Tiongkok dan dampak tarif resiprokal AS,” ungkapnya.

Indikator makro turut menopang sektor industri, antara lain inflasi terjaga di 2,86 persen secara tahunan (year-on-year/yoy), penjualan eceran September 2025 tumbuh 3,7 persen yoy, Indeks Keyakinan Konsumen Oktober naik menjadi 121,2, PMI S&P Global Manufaktur Indonesia mencapai 51,2, mencatat ekspansi tiga bulan berturut-turut.

Menurut Febri penguatan permintaan domestik ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan aktivitas industri, sekaligus menunjukkan kepercayaan masyarakat dan dunia usaha yang terus meningkat.

“Kemenperin optimis dapat menarik lebih banyak investasi ke sektor manufaktur, khususnya investasi asing. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas fiskal, nonfiskal, dan kawasan industri untuk mendukung percepatan tersebut” tuturnya. [*]