22 Juli 2026

Ketua Umum HKI Akhmad Ma'ruf Maulana. ANTARA/HO-HKI.

Jakarta (Industrial News) – Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) mendorong pembentukan Tim Percepatan Pembangunan dan Pengembangan Kawasan Industri sebagai langkah untuk memperkuat realisasi RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional), percepatan Proyek Strategis Nasional (PSN), serta mendukung pencapaian target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen.

Ketua Umum HKI Akhmad Ma’ruf Maulana dalam pernyataan di Jakarta, Senin menyatakan pembentukan tim itu didorong oleh pihaknya dan kementerian/lembaga teknis terkait, serta dinilai menjadi langkah penting untuk memastikan akselerasi realisasi investasi dan pelaksanaan proyek-proyek prioritas nasional.

Tim ini lanjut dia, mesti dirancang sebagai mekanisme koordinasi lintas sektor yang bersifat operasional dan solutif dalam mengurai berbagai hambatan struktural pengembangan industri, mulai dari persoalan perizinan, kepastian regulasi, sinkronisasi kebijakan pusat dan daerah, hingga penyediaan energi.

HKI menegaskan bahwa kawasan industri merupakan episentrum transformasi ekonomi nasional, tempat di mana investasi diwujudkan menjadi kapasitas produksi, penciptaan lapangan kerja, peningkatan ekspor, serta penguatan daya saing bangsa.

Oleh karena itu, peran kawasan industri perlu terus diperkuat melalui kebijakan yang terintegrasi dan kepemimpinan yang solid.

Sehubungan dengan hal tersebut, HKI mendorong agar pembentukan tim percepatan diresmikan melalui penandatanganan komitmen bersama oleh Presiden. Langkah ini diharapkan menjadi simbol kepemimpinan langsung negara dalam mengawal percepatan investasi dan industrialisasi nasional.

Penandatanganan komitmen tersebut diharapkan mencakup kesepakatan strategis untuk mempercepat realisasi investasi berskala nasional dan global, mengakselerasi pencapaian target pertumbuhan ekonomi 8 persen, mempercepat implementasi PSN, mengawal pelaksanaan RPJMN secara terukur dan berdampak nyata, mengurai berbagai bottleneck struktural sektor industri, serta memperkuat peran kawasan industri sebagai pusat pertumbuhan ekonomi nasional.

HKI juga menyampaikan optimisme terhadap momentum industrialisasi nasional di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

“Target pertumbuhan ekonomi 8 persen merupakan visi strategis Presiden untuk membawa Indonesia menjadi kekuatan ekonomi global. HKI optimistis target tersebut dapat dicapai melalui konsolidasi kebijakan, kepemimpinan yang kuat, dan percepatan eksekusi di lapangan,” ujarnya.

HKI menilai sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta pelaku usaha kawasan industri menjadi kunci utama agar setiap kebijakan pembangunan mampu menghasilkan dampak nyata bagi perekonomian nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Melalui pembentukan tim percepatan ini, HKI menegaskan komitmennya untuk terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan visi besar Indonesia yang berdaulat secara industri, berdaya saing global, dan berkelanjutan.

Sebelumnya, pihaknya bersama Kementerian PPN/Bappenas memperkuat perencanaan kebijakan, serta percepatan pelaksanaan kawasan industri prioritas yang termasuk PSN untuk memacu pertumbuhan ekonomi domestik.

Penguatan perencanaan itu merupakan kebutuhan mendesak di tengah dinamika ekonomi, geopolitik, teknologi, dan tuntutan keberlanjutan. [*]