26 Mei 2026

Senator Lia Istifhama saat berada di Makkah bersama jamaah calon haji yang berasal dari Jatim.

Makkah (Industrial News) – Kabar duka datang dari penyelenggaraan ibadah haji 2026. Muhammad Firdaus, calon jamaah haji Indonesia asal embarkasi Jakarta-Pondok Gede (JKG) kloter 27, ditemukan meninggal dunia di Kota Makkah setelah sebelumnya dilaporkan hilang.

Peristiwa tersebut menjadi pengingat penting bagi seluruh jamaah haji Indonesia agar lebih meningkatkan kepedulian terhadap sesama jamaah, khususnya mereka yang berusia lanjut, memiliki keterbatasan fisik, maupun kondisi kesehatan tertentu.

“Berdasarkan laporan tim di lapangan dan koordinasi dengan otoritas Arab Saudi, Bapak Muhammad Firdaus ditemukan dalam keadaan wafat,” demikian informasi yang disampaikan terkait kondisi jamaah tersebut.

Anggota DPD RI, Lia Istifhama mengajak seluruh jamaah haji maupun petugas untuk memperkuat rasa kepedulian selama berada di Tanah Suci.

Menurutnya, perhatian kecil terhadap sesama jamaah dapat menjadi langkah penting untuk mencegah jamaah tersesat, kelelahan, atau terpisah dari rombongan.

Politisi Nasional Lia menegaskan bahwa setiap jamaah dan petugas perlu lebih peka ketika melihat ada jamaah yang berjalan seorang diri, terlihat kebingungan, atau tampak kelelahan.

“Bila melihat anggota jamaah berjalan sendirian, tampak kebingungan, kelelahan, atau terpisah dari rombongan, segera sapa dan tanyakan kondisinya. Jika jamaah tersebut tidak mengetahui arah tujuan atau membutuhkan bantuan, antarkan ke petugas terdekat, pos layanan, atau laporkan kepada petugas sektor dan kloter,” tutur Lia, pada Sabtu (23/5/26).

Ia menilai kepedulian sederhana seperti menyapa dan membantu sesama jamaah bisa menjadi langkah penyelamatan yang sangat berarti di tengah padatnya aktivitas ibadah haji di Makkah.

Lia juga mengingatkan agar jamaah yang membutuhkan perhatian khusus tidak dibiarkan berjalan sendiri tanpa pendampingan.

Terlebih, kondisi cuaca panas, kepadatan jamaah, serta aktivitas ibadah yang cukup menguras tenaga dapat meningkatkan risiko jamaah kehilangan arah atau mengalami gangguan kesehatan.

“Jangan biarkan jamaah berjalan sendiri tanpa pendampingan. Kepedulian bapak dan ibu sekalian sangat penting untuk mengurangi kemungkinan jamaah tersesat atau terpisah dari rombongannya,” katanya.

Selain mengajak jamaah untuk saling peduli, Lia juga meminta seluruh jamaah agar tidak ragu meminta bantuan kepada petugas haji Indonesia apabila mengalami kesulitan.

Menurutnya, petugas haji hadir untuk memastikan jamaah tetap aman, nyaman, dan mendapatkan pendampingan selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.

“Bagi jamaah yang membutuhkan bantuan, jangan sungkan menyampaikan kepada petugas. Petugas haji Indonesia hadir untuk mendampingi, melayani, dan melindungi jamaah selama berada di Tanah Suci,” tutur Lia Istifhama.

Peristiwa meninggalnya Muhammad Firdaus menjadi perhatian serius sekaligus pengingat bahwa ibadah haji tidak hanya membutuhkan kesiapan fisik dan mental, tetapi juga solidaritas antarjamaah.

Dengan saling memperhatikan, mendampingi, dan membantu satu sama lain, diharapkan seluruh jamaah haji Indonesia dapat menjalankan ibadah dengan aman dan kembali ke Tanah Air dalam keadaan sehat. [*]