
Langkah Pemprov Jawa Tengah mendorong laju investasi termasuk dari negara-negara Uni Eropa terus digenjot.
Sejauh ini investasi dari Uni Eropa tiga besar masih dikuasai Jerman disusul Belgia dan Luxembourg dengan nilai sekitar 4.924,40 ribu dolar AS di semester I-2022.
Penjajakan peluang bisnis penting mengingat situasi dunia diprediksi akan gelap di 2023 sehingga diperlukan terobosan untuk mengantisipasi yang terburuk.
Menurut Ganjar, sejumlah kawasan industri termasuk juga yang ada di Batang yakni Grand Batang City atau Kawasan Industri Terpadu Batang juga siap menampung investor asing.
Sejumlah insentif dan kemudahan yang diberikan bisa menjadi pertimbangan dalam memulai usaha di Indonesia khususnya di Jawa Tengah.
“Persoalannya sama, situasinya memang tidak mudah di Eropa, soal pangan, gas juga jadi masalah, dan banyak hal akibat tekanan ekonomi global sehingga kita perlu menyiapkan diri membuat terobosan,” papar Ganjar di sela diskusi Uni Eropa – Central Java Trade and Investment Dialogue di Hotel Gumaya, Kota Semarang, Selasa 4 Oktober 2022.
Di depan Duta Besar Uni Eropa Vincent Piket, Ganjar juga berharap makin banyak lagi negara di Uni Eropa yang bisa masuk ke Jawa Tengah.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo sudah menghadiri ground breaking perusahaan Wavin di Grand Batang City.
Perusahaan asal Belanda itu akhirnya memilih menanamkan investasinya ke Indonesia, dan menyingkirkan Vietnam dan Malaysia dari daftar negara tujuan investasinya.
Dalam hal ini, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Tengah bisa bersinergi dan lebih proaktif menggaet calon investor ini.
“Kita punya lokasinya dan insentifnya, setelah ini kita ajak tur ke beberapa kawasan industri dan semoga bisa bekerja sama dan berinvestasi lebih besar lagi,” ungkap Ganjar.
Negara-negara Uni Eropa ini diharapkan bisa berinvestasi juga di kelompok industri berteknologi tinggi selain manufaktur.
“Tolong KADIN Jawa Tengah menindaklanjuti pertemuan ini supaya bisa menghasilkan kerja sama yang saling menguntungkan,” imbuhnya.
Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia Vincent Piket menambahkan, provinsi Jawa Tengah menjadi wilayah yang sangat potensial untuk investasi.
Bukan hanya dari sisi aspek pengembangan kawasan industri saja tetapi juga kemudahan perizinan dan insentif yang diberikan untuk menarik investor asing.
“Situasi ekonomi dunia memang penuh ketidakpastian tetapi kami berusaha mencari peluang baru yang bisa dimanfaatkan negara-negara di Uni Eropa untuk berinvestasi di Indonesia khususnya Jawa Tengah,” papar Vincent.
Ketua Umum KADIN Jawa Tengah Harry Nuryanto Soediro menegaskan, pihaknya siap memfasilitasi dan mendukung delegasi Uni Eropa yang datang ke Jawa Tengah.
“Prospek Jawa Tengah masih potensial dan dianggap seksi sebagai wilayah yang ramah investasi. Kontribusi Uni Eropa memang belum sebesar beberapa investor lainnya tapi ini harus terus didorong,” imbuhnya.
Author: Modesta Fiska
Editor: Modesta Fiska