5 Juni 2026

Arsip Foto - Sejumlah karyawan mengobrol di depan Gedung Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara), di Jakarta, Jumat (7/2/2025). (ANTARA FOTO/Reno Esnir/app/YU/am.)

Jakarta (Industrial News) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) menegaskan bahwa peringkat yang disematkan oleh Moody’s merupakan tonggak penting dalam perkembangan dan menegaskan kekuatan fondasi institusi seiring langkah berkelanjutan untuk berinteraksi dengan pasar keuangan global.

Lembaga pemeringkat global Moody’s Ratings memberikan peringkat emiten Baa2 untuk pertama kalinya kepada PT Danantara Investment Management (DIM), di sisi lain menetapkan outlook negatif sejalan dengan prospek peringkat utang pemerintah Indonesia.

“Hal ini merupakan tonggak penting dalam perkembangan kami dan menegaskan kekuatan fondasi institusi kami seiring dengan langkah berkelanjutan untuk berinteraksi dengan pasar keuangan global,” kata Tim Komunikasi Danantara Indonesia dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

Danantara menyatakan bahwa peringkat dan outlook DIM mencerminkan dan selaras dengan peringkat dan outlook kedaulatan Indonesia, yang merupakan hal lazim bagi entitas yang memiliki keterkaitan dengan suatu negara.

“Pengakuan ini semakin memperkuat keyakinan terhadap strategi, tata kelola, dan posisi jangka panjang kami seiring dengan upaya memperluas akses terhadap pendanaan internasional serta mendukung prioritas ekonomi Indonesia,” kata Tim Komunikasi Danantara Indonesia.

Sebagai informasi, Moodys menetapkan peringkat sementara Baa2 untuk program surat utang jangka menengah (MTN) global senior tanpa jaminan yang diterbitkan oleh DIM dan memberikan peringkat Baa2 untuk rencana penerbitan surat utang senior tanpa jaminan oleh DIM, yang semua prospek peringkat tersebut ditetapkan negatif.

Moody’s menyatakan peringkat emiten Baa2 DIM diselaraskan dengan peringkat kedaulatan Baa2 pemerintah Indonesia, yang mencerminkan hubungan kredit yang kuat antara DIM dan pemerintah.

Adapun, hubungan tersebut mencakup struktur kepemilikan DIM, perannya di dalam BPI Danantara, dan ekspektasi Moody’s terhadap adanya dukungan luar biasa yang tepat waktu dari pemerintah.

Moody’s mengklasifikasikan DIM sebagai emiten terkait pemerintah atau Government Related Issuer (GRI), dan menerapkan pendekatan top-down.

Di sisi lain, tidak ada Penilaian Kredit Dasar atau Baseline Credit Assessment (BCA) yang diberikan, yang mencerminkan tahap perkembangan DIM yang baru lahir, rekam jejak yang terbatas, dan tidak adanya operasi mandiri yang signifikan. [*]