23 April 2026

Director Project and Stakeholder Management Danantara Maulana Muhammad meninjau TPA Talang Gulo di Jambi, Jumat (10/4/2026). ANTARA/HO-Melli Andani.

Kota Jambi (Industrial News) – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) memastikan dukungan pada pembangunan sarana Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Jambi.

“Proyek ini ditargetkan segera memasuki tahap lelang pada April hingga Mei 2026 dan dilanjutkan dengan peletakan batu pertama pada tahun yang sama,” kata Director Project and Stakeholder Management Danantara Maulana Muhammad di Jambi, seperti dilansir dari Antara.

Menurut dia, Pemerintah Kota Jambi telah memiliki kesiapan yang baik, terutama dalam penyediaan lahan di kawasan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo, dengan ketersediaan lebih dari lima hektare yang sesuai untuk pembangunan fasilitas utama.

“Proyek PSEL ini akan dikembangkan sebagai fasilitas waste to energy berskala besar dengan kapasitas pengolahan sekitar 1.000 ton sampah per hari, yang tidak hanya menghasilkan listrik tetapi juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti pabrik Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) serta zona hijau sebagai bagian dari pengelolaan lingkungan,” kata Maulana.

Ia mengatakan Kota Jambi telah masuk dalam kategori daerah prioritas nasional sehingga percepatan pembangunan menjadi fokus utama, dan Danantara berkomitmen mengawal realisasi proyek agar berjalan sesuai target dengan operasional paling lambat pada 2028.

Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan dukungan lahan seluas 21 hektare di kawasan TPA Talang Gulo, kata dia, namun masih menghadapi tantangan dalam pemenuhan pasokan bahan baku sampah yang saat ini baru mencapai sekitar 450 ton per hari.

“Kami berharap proyek ini dapat menjadi solusi jangka panjang dalam pengelolaan sampah sekaligus menghasilkan energi listrik ramah lingkungan bagi masyarakat, sehingga diperlukan kerja sama dengan daerah sekitar untuk memastikan ketersediaan pasokan sampah bagi operasional PSEL,” kata dia.

Sementara Wali Kota Jambi Maulana terus mematangkan kesiapan TPA Talang Gulo sebagai lokasi pembangunan PSEL atau waste to energy (WtE) yang bertujuan mengatasi persoalan darurat sampah di TPA sekaligus menghasilkan energi terbarukan, sebagai tindak lanjut atas arahan Presiden Prabowo Subianto. [*]