12 Mei 2026

Jawa Tengah digadang-gadang jadi primadona investor sehingga banyak perusahaan luar daerah melirik untuk berinvestasi. 

Salah satu yang melakukan pemindahan perusahaan besar-besaran yakni Roti Ropi. Pada 2019 silam mereka pindah dari Jakarta ke kantor di Delanggu, Klaten.

Creative Marketing Roti Ropi, Arief Munandar, mengatakan Provinsi Jawa Tengah masih memiliki banyak pekerjaan rumah (PR) untuk menyediakan zona ndustri.

“Kami memilih Klaten juga karena ada di jalur Jogja-Solo, akses ke stasiun mudah, tol juga dekat, dan UMR terjangkau,” ujar Arief saat dihubungi Solopos.com, Rabu (7/6/2023).

Arief juga berpendapat setelah ada tol trans Jawa, industri akan melirik daerah di sepanjang tol, terutama Jawa Tengah.

Menurutnya, kemacetan di Jakarta tidak akan dapat hilang jika kepadatannya tidak dicairkan. Salah satunya dengan memindahkan industri ke area timur, sehingga Jawa Tengah harus bersiap menerima limpahan industri dari Jabodetabek.

Itu sebabnya, menurut Arief,  zona industri semakin dibutuhkan untuk melindungi ketahanan pangan Indonesia.

Dia menjelaskan langkahnya memindahkan operasional dari Jakarta ke Delanggu, Klaten pada saat pandemi Covid-19 tidak memakan biaya besar.

Hal ini karena yang dia lakukan adalah memindahkan peralatan dan tim berisi 15 orang saja. Sebaliknya, dia mendulang keuntungan besar setelah memindahkan operasional pabrik Roti Ropi di Delanggu.

Dia mengaku, saat masih beroperasi di Jakarta, pegawainya tidak bisa digaji sebesar UMR saat perusahaan awak berdiri. Namun, hal itu bisa terlaksana di Klaten.

Berikut daftar kawasan industri di Kabupaten Boyolali yang dikutip dari sumber Perda Kabupaten Boyolali, Rabu (7/6/2023):
A. Kawasan industri besar

Jenis industri permesinan, listrik, tekstil, alat angkutan, makanan, galian bukan logam, industri kayu, dan industri sejenis lainnya kurang lebih 1.726 ha, meliputi:

1. Kecamatan Ampel

2. Kecamatan Cepogo

3. Kecamatan Mojosongo

4. Kecamatan Teras

5. Kecamatan Sambi

6. Kecamatan Ngemplak

7. Kecamatan Nogosari

8. Kecamatan Karanggede

9. Kecamatan Klego

10. Kecamatan Kemusu

11. Kecamatan Wonosegoro

12. Kecamatan Juwangi

B. Kawasan industri menengah

Jenis industri pertanian, kertas, industri kayu, penerbit, percetakan, pakaian jadi dan industri sejenis lainnya kurang lebih 444 ha, meliputi:

1. Kecamatan Ampel

2. Kecamatan Cepogo

3. Kecamatan Musuk

4. Kecamatan Boyolali

5. Kecamatan Mojosongo

6. Kecamatan Teras

7. Kecamatan Sawit

8. Kecamatan Banyudono

9. Kecamatan Sambi

10. Kecamatan Ngemplak

11. Kecamatan Nogosari

12. Kecamatan Simo

13. Kecamatan Karanggede

14. Kecamatan Klego

15. Kecamatan Andong

16. Kecamatan Kemusu

17. Kecamatan Wonosegoro

18. Kecamatan Juwangi

C. Kawasan industri kecil dan mikro

Jenis industri makanan, minuman, dan kerajinan berada di seluruh kecamatan

Penulis: Maymunah Nasution

Editor: Ika Yuniati

Sumber: https://bisnis.solopos.com/bisa-jadi-acuan-para-calon-investor-ini-peta-kawasan-industri-besar-boyolali-1654906