Kawasan aglomerasi perkotaan Rebana Metropolitan bakal dibangun dengan perencanaan bertahap dengan fase pertama sampai dengan 2030.
Di dalam Rebana Metropolitan ini, sudah ada perencanaan terkait dengan kawasan industri yang akan dibangun.
Sebanyak 12 kawasan industri tersebut tersebar mulai dari Kabupaten Subang, Indramayu, Majalengka hingga Cirebon.
Tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung berupa konektivitas wilayah lewat jalan tol, kereta api, pelabuhan hingga bandara.
Kawasan aglomerasi perkotaan Rebana Metropolitan bakal dibangun dengan perencanaan bertahap dengan fase pertama sampai dengan 2030.
Di dalam Rebana Metropolitan ini, sudah ada perencanaan terkait dengan kawasan industri yang akan dibangun.
Sebanyak 12 kawasan industri tersebut tersebar mulai dari Kabupaten Subang, Indramayu, Majalengka hingga Cirebon.
Tidak hanya membangun kawasan industri, tetapi akan dilengkapi dengan infrastruktur pendukung berupa konektivitas wilayah lewat jalan tol, kereta api, pelabuhan hingga bandara.
Dikutip dari publikasi Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi Jawa Barat, lewat Rebana Metropolitan, pada 2030 Pemda Provinsi Jabar berupaya meningkatkan laju pertumbuhan ekonomi hingga 10 persen.
Pertumbuhan nilai investasi hingga 17 persen, dan menciptakan kurang lebih 4,3 juta lapangan pekerjaan baru.
Beberapa pengembangan kawasan industri yang diutamakan di Rebana Metropolitan meliputi area Subang Barat, Indramayu, Kertajati, Jatiwangi, Cirebon, Krangkeng, Tukdana, Balongan, Butom, Losarang, Patrol, serta Patimban.
Teranyar, di Subang Barat dilakukan pembangunan Subang Smartpolitan oleh PT Suryacipta Swadaya.
Dengan konsep “Smart and Sustainable City”, Subang Smartpolitan akan menawarkan alokasi lahan untuk industri, komersial, hunian, area hijau, hingga fasilitas publik di area seluas 2.717 hektare.
Adapun saat ini, dukungan infrastruktur yang sudah ada di kawasan Rebana Metropolitan antara lain jalan nasional, Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) dan Palimanan-Kanci (Palikanci), Tol Cisumdawu, rel Cikampek-Cirebon, Pelabuhan Balongan, Pelabuhan Cirebon, dan Patimban (Tahap I).
Berikutnya BIJB Kertajati, serta terminal Subang, Indramayu, dan Cirebon.
Kebutuhan energi juga tersedia, antara lain lewat dam di Cipancuh, Jatigede, Setupatok Bendungan Cipanas, kilang minyak Balongan, geothermal di Ciremai, hydro power Jatigede, hingga PLTU di Indramayu.
Untuk mendukung pengembangan Rebana Metropolitan ini, berbagai proyek infrastruktur pun tengah dan direncanakan dibangun, antara lain Pelabuhan Patimban Tahap II, tol akses Patimban, tol Kertajati, reaktivasi rel Rancaekek-Kertajati, LRT Cirebon Raya-Kertajati, hingga SPAM Jatigede dan TPPAS Cirebon Raya.
Keberadaan sederet infrastruktur tersebut tentu akan meningkatkan konektivitas di wilayah Rebana Metropolitan yang mencakup 7 daerah di Provinsi Jawa Barat.
Reporter: Yuda Sanjaya
Editor: Yuda Sanjaya
