Sebanyak dua perusahaan Tiongkok, Tongkun Group dan Xinfengming Group berencana membangun kompleks petrokimia di Kalimantan Utara (Kaltara). Nilai investasinya sangat besar, US$ 10 miliar atau sekitar Rp 150 triliun.
Hal itu dilaporkan Reuters, Selasa (11/4/2023). Namun, tidak sebutkan lokasi persis investasi tersebut. Dari penelusuran, di Kaltara, berdiri kawasan industri (KI) bernama Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), Tanah Kuning, Bulungan, yang dikembangkan konglomerat Boy Thohir. Jadi, kemungkinan besar proyek ini dibangun di KI itu.
Sumber yang mengetahui rencana itu menegaskan, manuver ini sejalan dengan niat Tiongkok mengucurkan megainvestasi di Asia Tenggara dalam kerangka The Belt and Road Initiative yang diinisiasi Presiden Xi Jinping.
Adapun tiga sumber Reuters menyebutkan, Tongkun dan Xinfengming akan membangun kilang minyak (refinery) dalam sebuah kompleks petrokimia di Kaltara untuk memproduksi bahan baku serat poliester. Dipimpin oleh Tongkun, kapasistas refinery yang akan dibangun mencapai 200 ribu barel per hari dan 800 ribu ton etilena per tahun.
Dalam pohon industri petrokimia, etilena dapat diolah menjadi produk polimer, yakni polietilena, bahan baku plastik. Sementara itu, monetilena glikol (MEG) bersama purified terephthalic acid (PTA) dapat diolah menjadi serat poliester dan polietilena tereftalat (PET).
Serat poliester kemudian diolah menjadi benang, lalu kain, hingga menjadi produk tekstil. Adapun PET diolah lagi menjadi kemasan plastik, biasanya berbentuk botol atau gallon.
Rencana itu masuk dalam pengembangan KI di Kaltara. Bulan lalu, terjadi groundbreaking pembangun PLTA senilai US$ 2,6 miliar, yang salah satu tujuannya menarik investasi pemain rantai pasok mobil listrik.
Tongkun telah memulai studi kelayakan proyek ini. Refinery yang dibangun juga akan menghasilkan paraksilena, bahan baku purified terephthalic acid (PTA). Produk ini akan dipasok ke Tiongkok sebagai bahan baku serat poliester.
Tongkun tengah meminta persetujuan dari National Development and Reform Commission (NDRC) Tiongkok. Investor relation Tongkun di Indonesia menegaskan, proyek ini masih di tahap awal dan enggan memberikan komentar lebih jauh. Adapun investor relation Xinfengming menolak berkomentar.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) PLTA Mentarang Induk milik PT Kayan Hydropower Nusantara (KHN) di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara pada 1 Maret 2023 lalu.
PLTA Mentarang Induk merupakan PLTA terbesar di Indonesia. Pembangunan PLTA Mentarang Induk berkapasitas 1.375 MW dengan perkiraan nilai investasi sekitar US$ 2,6 miliar ini merupakan bagian dari upaya KHN menyediakan pasokan energi terbarukan yang terjangkau, andal, dan berkelanjutan.
“Ini adalah PLTA yang terintegrasi dengan kawasan industri hijau KIPI. Ini di Malinau, sedangkan KIPI di Kabupaten Bulungan. Jadi, kawasan itu akan menghasilkan produk-produk hijau. Sebab, kawasan ini menggunakan energi hijau dari Sungai Mentarang Kabupaten Malinau,” kata Presiden.
KIPI dikembangkan PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI), konsorsium pengusaha lokal, Tiongkok, dan Uni Emirat Arab. Luas kawasan industri ini mencapai 16.400 hektare (ha) dan bisa dikembangkan hingga 30 ribu ha.
KIPI dipimpin oleh Garibaldi Thohir, pengusaha sukses nasional, yang mengendalikan Grup Adaro dan belakangan ini agresif mengembangkan sayap bisnis.
Author: Harso Kurniawan
Editor: Harso Kurniawan
