
Pemerintah Pusat tak tanggung-tanggung dalam melengkapi sarana pendukung untuk mempermudah mobilisasi keluar masuk barang dari Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), tahun depan proyek pembangunan pelabuhan laut dan Dry Port Stasiun logistik KAI yang belokasi di Dukuh Plabuan Desa Ketanggan Gringsing Batang, Jawa Tengah dengan anggaran mencapai Rp 1,5 Trilun, bakal segera dimulai.
Hal itu disampaikan Wakil Menteri BUMN II Republik Indonesia Kartika Wirjoatmodjo saat melakukan survey langsung ke tempat pemberhentian sementara Kereta Api Stasiun Plabuan, dan pesisir pantai Dukun Plabuhan.
Kartika mendatangi KITB didampingi jajaran Direksi KITB dan Perusahaan plat merah lainya seperti, KIW, PP, Perusda Aneka Usaha Batang, Pelindo, PLN, PTPN, PT KAI, Danareksa.
Wilayah yang disurvei itulah yang nantinya bakal dijadikan pelabuhan besar sebagai sarana dan prasarana penunjang Proyek Strategis Nasional Kawasan Industri Terpadu Batang.
Kartika Wirjoatmodjo dalam kunjungannya memastikan persiapan guna melengkapi sarpras di PSN KITB terus berlanjut. Pembangunan tersebut akan mulai dilaksanakan pada tahun 2023. “Pemerintah sendiri menyiapkan anggaran sebesar 1,5 triliun rupiah khusus untuk membuat pelabuhan KITB yang setara dengan pelabuhan Nasional Tanjung Emas Semarang, akan dilaksanakan tahun depan,” ungkapnya.
Dengan adanya pelabuhan besar di KITB yang menyatu dengan jalur rel Kereta Api Stasiun Plabuan, maka semakin lengkaplah fasilitas di kawasan proyek kawasan industri nasional yang digadang-gadang bakal menyerap ratusan ribu tenaga kerja. Selain itu akses Kawasan Industri Terpadu Batang tersebut dilengkapi dengan sarana rusun karyawan, gerbang jalan tol Trans Jawa, Jalur Nasional Pantura, dekat dengan Air Port A Yani dan persedian air baku yang melimpah.
Penulis: UJ
Editor: Wis