Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia dalam acara Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) yang digelar di Jakarta, Senin (12/10/2026). ANTARA/Putu Indah Savitri
Jakarta (Industrial News) – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyampaikan bahan baku untuk bahan bakar nabati (BBN) bioetanol E10 akan berasal dari perkebunan di Jawa, Sumatera, dan Papua.
“Sudah, sudah (dipetakan). Ada sebagian di Jawa, di Sumatera, dan ada sebagian di Papua,” ujar Bahlil ketika dijumpai di sela acara Rakernas Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HPPI) yang digelar di Jakarta, seperti dilansir dari Antara.
Bahlil menyampaikan saat ini tengah mematangkan perencanaan penerapan E50 atau campuran etanol sebesar 50 persen dalam bahan bakar minyak (BBM) jenis bensin.
Dalam perencanaan tersebut, kata dia lagi, terdapat pertimbangan kapasitas industri hingga 2028. Ia tidak ingin penerapan mandatori bioetanol pada 2028 justru mendorong Indonesia untuk melakukan impor etanol.
“Untuk sampai dengan 2028, kami melihat kapasitas industri kita sekarang sudah seperti apa. Karena jangan sampai kita melakukan mandatori, tetapi etanolnya kita impor lagi. Nggak boleh, ya,” ujar dia pula.
Bahlil yang juga Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menegaskan pentingnya pemerintah untuk segera menerapkan bioetanol, sebab Indonesia masih bergantung kepada impor.
Ia memaparkan, total konsumsi BBM masyarakat Indonesia mencapai 1,6 juta barel per hari, sementara lifting minyak Indonesia berada di sekitar 600 ribu barel per hari.
“Jadi, kita impor itu kurang lebih sekitar 1 juta barel per hari. Tetapi kita bersyukur, untuk solar kita sudah mempunyai B50, jadi solar kita tidak lagi impor,” kata Bahlil.
Berkaca dari keberhasilan B50, maka Bahlil menyampaikan pemerintah mendorong implementasi E50 yang berbahan baku tebu, singkong, dan jagung.
Menurut Bahlil, langkah tersebut juga akan membangun kawasan pertumbuhan ekonomi yang baru dan menjadi pasar untuk perkebunan singkong.
“Selama ini kan marketnya kalau orang mau tanam singkong siapa yang membeli? Nah, ini. Bikin etanol. Wajib mandatori mulai 2027 kami mulai terapkan. Jadi, ini peluang bisnis juga untuk bangun etanol,” kata Bahlil. [*]