7 Agustus 2026

Anggota DPD RI Lia Istifhama.

Surabaya (Industrial News) – Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, mengapresiasi kinerja Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi sekaligus mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat. Apresiasi tersebut disampaikan menyusul pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang secara kumulatif hingga Triwulan II 2026 mencapai 5,84 persen.

Senator yang akrab disapa Ning Lia itu menilai capaian tersebut patut diapresiasi karena diraih di tengah ketidakpastian ekonomi global. Terlebih, pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tercatat lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,45 persen.

“Capaian pertumbuhan ekonomi Jawa Timur ini tentu patut kita apresiasi. Di tengah kondisi ekonomi global yang penuh tantangan, Jawa Timur mampu menjaga pertumbuhan ekonomi tetap kuat. Ini menunjukkan kepemimpinan Ibu Gubernur Khofifah bersama seluruh jajaran dan kolaborasi berbagai elemen mampu menjaga optimisme pembangunan Jawa Timur,” kata Lia Istifhama, saat ditemui di kantornya, Jumat (07/08/26).

Menurut Lia, hal yang lebih penting dari capaian tersebut adalah pertumbuhan ekonomi mulai berjalan beriringan dengan membaiknya sejumlah indikator kesejahteraan masyarakat.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Jawa Timur turun menjadi 9,06 persen. Sementara itu, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Jawa Timur berada pada angka 3,42 persen, lebih rendah dibandingkan angka nasional sebesar 4,65 persen.

Lia menilai penurunan kemiskinan dan pengangguran menjadi indikator penting untuk melihat kualitas pertumbuhan ekonomi. Menurutnya, pembangunan ekonomi tidak cukup hanya diukur berdasarkan besarnya pertumbuhan, tetapi juga sejauh mana pertumbuhan tersebut mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pertumbuhan ekonomi akan semakin bermakna ketika dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat. Ketika pengangguran menurun, kemiskinan berkurang, kesempatan kerja semakin terbuka, dan aktivitas ekonomi masyarakat semakin berkembang, maka pertumbuhan itu memiliki kualitas yang semakin baik,” ujarnya.

Lia juga mengapresiasi pendekatan kolaboratif yang dibangun Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat hanya bertumpu pada pemerintah, tetapi membutuhkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, akademisi, pelaku UMKM, hingga masyarakat.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Kamis (6/8/2026) menyampaikan bahwa capaian pembangunan Jawa Timur menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang terjadi mulai memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Khofifah menyebut capaian tersebut merupakan hasil kerja keras dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, dunia industri, perguruan tinggi, akademisi hingga masyarakat.

Kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang sejumlah sektor produktif. Industri pengolahan menjadi kontributor terbesar dengan porsi 31,27 persen, kemudian sektor perdagangan sebesar 18,49 persen dan pertanian sebesar 10,87 persen.

Menurut Lia, struktur tersebut menunjukkan Jawa Timur memiliki basis ekonomi yang cukup kuat karena didukung sektor industri, perdagangan, dan pertanian. Namun, ia mengingatkan agar pertumbuhan pada sektor-sektor tersebut terus diarahkan untuk menciptakan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi masyarakat di daerah.

“Jawa Timur memiliki kekuatan yang lengkap, mulai dari pertanian, industri, perdagangan, UMKM hingga sumber daya manusia. Tantangannya adalah bagaimana seluruh potensi itu terus dikoneksikan sehingga pertumbuhan ekonomi semakin inklusif dan manfaatnya dapat dirasakan masyarakat sampai tingkat bawah,” tutur Lia.

Anggota DPD RI asal Jawa Timur tersebut berharap tren positif perekonomian Jatim dapat terus dijaga hingga akhir 2026. Ia juga mendorong agar pemerintah daerah memperkuat sektor padat karya, UMKM, ekonomi kreatif, pertanian serta peningkatan kompetensi tenaga kerja.

Menurut Lia, langkah tersebut penting agar pertumbuhan ekonomi Jawa Timur tidak hanya tinggi secara statistik, tetapi juga semakin kuat dalam menciptakan kesempatan kerja dan mengurangi kemiskinan.

“Prestasi ini harus menjadi energi untuk bekerja lebih kuat lagi. Kita tentu mengapresiasi capaian Ibu Gubernur Khofifah dan seluruh stakeholder di Jawa Timur. Selanjutnya yang perlu terus kita jaga adalah agar pertumbuhan ekonomi semakin inklusif, membuka kesempatan kerja yang lebih luas, dan memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat Jawa Timur,” pungkas Lia. [*]