Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak (kiri) menerima kunjungan kerja reses Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Surabaya, Jumat (24/7/2026). ANTARA/Willi Irawan
Surabaya (Industrial News) – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mendorong pengembangan kawasan industri baru di luar wilayah Ring 1 melalui dukungan regulasi dan infrastruktur guna memperluas investasi serta menciptakan lapangan kerja di Jatim.
“Kami berharap Rancangan Undang-Undang tentang Kawasan Industri dapat memberikan afirmasi terhadap pembangunan infrastruktur menuju kawasan industri baru sehingga daya tarik investasi semakin meningkat,” kata Emil saat menerima kunjungan kerja reses Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI di Surabaya, seperti dilansir dari Antara.
Menurut Emil, pembangunan infrastruktur menuju kawasan industri menjadi faktor penting untuk meningkatkan minat investor, terutama di kawasan yang tengah dikembangkan seperti Tuban, Lamongan, dan Ngawi.
Ia menilai pengembangan kawasan industri di luar Ring 1 akan mendorong pemerataan investasi sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di berbagai wilayah Jawa Timur.
Selain sektor industri, Emil juga mendorong dukungan pemerintah pusat terhadap pengembangan ekonomi kreatif (ekraf).
“Pemerintah daerah membutuhkan fleksibilitas dalam melibatkan tenaga ahli yang memiliki kompetensi spesifik, termasuk di bidang promosi digital dan media sosial,” katanya.
Emil juga mengusulkan dukungan pemerintah dalam membuka rute transportasi baru, seperti Bali–Jember dan Malang–Lombok, melalui skema intervensi pada tahap awal agar mampu meningkatkan konektivitas serta mendorong pertumbuhan sektor pariwisata.
Di sektor usaha, Emil menyampaikan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di Jawa Timur telah mencapai lebih dari Rp31 triliun kepada sekitar 690 ribu debitur.
Capaian tersebut menunjukkan pertumbuhan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang perlu diimbangi dengan penguatan ekosistem usaha.
Pemprov Jawa Timur juga mendorong pengembangan kawasan wisata sejarah Trowulan dengan tetap mengedepankan pelestarian cagar budaya.
“Selain penataan kawasan, penguatan ekonomi kreatif melalui karya film bertema Kerajaan Majapahit, dapat meningkatkan daya tarik wisata sekaligus memperkuat pertumbuhan ekonomi daerah,” katanya. [*]