21 Juli 2026

Presiden Prabowo Subianto memberikan taklimat dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA/HO-BPMI Sekretariat Presiden.

Jakarta (Industrial News) – Presiden Prabowo Subianto mengungkap cerita di balik layar untuk mengatasi 28 tahun mangkraknya pembangunan cadangan gas raksasa di Cekungan Abadi, Blok Masela, Maluku, yaitu dengan mendatangi langsung petinggi-petinggi Inpex di Tokyo dan mendesak mereka segera mempercepat tahapan pembangunan.

“28 tahun mangkrak, saya berangkat ke Tokyo, saya ketemu pimpinannya perusahaan-perusahaan Jepang itu, Inpex, saya sampaikan dengan baik dan sopan: ‘Saudara masih berminat? Kalau saudara tidak berminat, saya akan alokasi, saya akan tunjuk perusahaan lain’. Sopan, tetapi tegas,” kata Prabowo saat Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, seperti dilansir dari Antara.

“Sebagai bangsa Indonesia yang ramah, enggak mungkin kita kasih ultimatum kan, bukan ultimatum itu, himbauan. Benar itu. ‘Yang Mulia, apakah Jepang masih berminat? Masalahnya bangsa Indonesia sangat butuh energi, sangat butuh devisa’. Habis itu pulang-pulang ya, ya kalau Menteri ESDM boleh saya ‘teken-teken’ ya, enggak apa-apa,” lanjut Presiden.

Presiden menemui petinggi-petinggi Inpex beserta belasan pimpinan perusahaan ternama Jepang lainnya di Tokyo, Jepang, dalam rangkaian kunjungan kenegaraan pada 31 Maret 2026. Dalam pertemuan itu, ada Prabowo dan CEO Inpex Takayuki Ueda.

Selepas pertemuan di Tokyo, Presiden kemudian mengeluarkan instruksi kepada Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.

“Menteri ESDM, 6 bulan tidak ada kegiatan, cabut! Sekarang kita tidak toleransi. HGU, HGB, SIUP, izin kita beri, 2 tahun tidak ada kegiatan, cabut!” ujar Prabowo.

Berselang kurang dari 4 bulan setelah pertemuan Presiden dengan bos Inpex itu, Prabowo pada 16 Juli 2026 pun meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) LNG Cekungan Abadi, Blok Masela di Maluku.

Dalam acara peresmian itu, yang dihadiri secara virtual oleh Prabowo, ada pula CEO Inpex Takayuku Ueda yang hadir langsung di Maluku.

Dalam acara peresmian itu, Presiden Prabowo memuji Ueda karena mempelajari Bahasa Indonesia dan menyampaikan sebagian laporannya dalam Bahasa Indonesia.

“Saya juga ingin menyampaikan terima kasih dan penghargaan khusus untuk CEO dari INPEX Masela, Saudara Takayuki Ueda. Saya terkesan bahwa Saudara bisa bahasa Indonesia,” kata Prabowo saat acara groundbreaking minggu lalu. [*]