21 Juli 2026

Presiden Prabowo Subianto membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). (ANTARA/Maria Cicilia Galuh)

Jakarta (Industrial News) – Presiden Prabowo Subianto membuka Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin yang dihadiri Wakil Presiden Gibran Rakabuming, seluruh menteri Kabinet Merah Putih, Utusan Khusus Presiden, hingga Kepala Lembaga Tinggi Negara.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menyampaikan sidang kabinet ini sengaja dilakukan pertengahan tahun untuk menyambut perayaan 17 Agustus dan juga memasuki dua tahun masa pemerintahan.

Menurutnya, evaluasi perlu dilakukan untuk melihat berapa banyak program-program yang telah dicapai dan apa yang perlu diperbaiki guna mempercepat kebijakan yang masih tertunda.

“Menjelang dua tahun kita telah bekerja sangat keras, sangat padat. Dengan bekerja sangat keras dan padat, kita sendiri tidak terlalu menyadari berapa banyak yang telah kita capai dalam dua tahun pertama kita,” kata Presiden Prabowo, seperti dilansir dari Antara.

Presiden Prabowo mengatakan selama hampir dua tahun pemerintah banyak tantangan besar, khususnya di tengah situasi global yang penuh gejolak.

Namun, ia meminta seluruh jajaran Kabinet Merah Putih tidak gentar menghadapi berbagai persoalan bangsa dan fokus menyelesaikannya.

Presiden Prabowo menegaskan, pemerintah tidak bermaksud mencari kesalahan ataupun membandingkan kinerja dengan pemerintahan sebelumnya. Menurutnya, setiap pemerintahan memiliki tantangan pada masanya masing-masing.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo mengatakan seluruh menteri dan pimpinan lembaga merupakan unsur pemimpin bangsa yang mendapat mandat untuk menghadapi sekaligus menyelesaikan berbagai persoalan nasional.

Ia mengatakan pemerintah memahami masih rendahnya kesejahteraan guru, terbatasnya lapangan kerja, masih adanya kemiskinan ekstrem, hingga ketimpangan ekonomi di masyarakat. Persoalan-persoalan tersebut, menurut Presiden Prabowo, justru menjadi alasan pemerintah dipilih untuk menyelesaikannya.

Meski demikian, Presiden Prabowo mengakui sejumlah persoalan yang dihadapi pemerintah ternyata jauh lebih besar dari perkiraan. Ia menyoroti terjadinya distorsi dalam perekonomian nasional akibat praktik perdagangan yang tidak sehat.

Karena itu, Presiden Prabowo menegaskan pemerintah mendapat mandat untuk menghentikan kebocoran tersebut demi melindungi kepentingan nasional.

Dalam kesempatan itu, Presiden Prabowo juga menilai pemerintah telah berhasil menyelesaikan banyak persoalan dalam lebih dari satu tahun masa pemerintahannya.

“Hitungan terakhir, ada 108 masalah yang kita selesaikan dalam satu tahun lebih pemerintahan kita. Ini prestasi yang bukan kecil,” katanya.

Meski demikian, Presiden mengingatkan seluruh jajaran kabinet agar tidak berpuas diri maupun bersikap sombong atas capaian tersebut.

“Kita tidak mau menepuk-nepuk dada, kita tidak mau dan tidak boleh besar kepala dan tidak boleh sombong. Itu watak kita sebenarnya ojo dumeh. Kalau kita berprestasi harus kita akui kalau kita berprestasi,” ucap Presiden Prabowo.

Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo menyoroti pentingnya ketahanan pangan sebagai ukuran utama keberhasilan sebuah negara. Menurutnya, kemampuan memenuhi kebutuhan pangan rakyat merupakan fondasi dasar sebuah peradaban.

Ia mengatakan ketahanan pangan harus ditopang oleh ketersediaan air, lahan yang subur, pupuk yang terjangkau, serta kebijakan yang tepat agar masyarakat memperoleh akses terhadap pangan dan anak-anak mendapatkan makanan bergizi.

Presiden Prabowo juga menyinggung terkait program Makan Bergizi Gratis, panel interaktif digital di sekolah-sekolah, masalah energi, investasi, koperasi desa hingga perumahan untuk rakyat.

Seluruh bahasan dalam sidang kabinet paripurna juga akan disampaikan dalam laporan yang akan disampaikan kepada seluruh masyarakat Indonesia terkait kinerja pemerintah dalam satu tahun sebelum 17 Agustus 2026. [*]