22 Mei 2026

Arsip foto - Direktur Investasi PT Danantara Investment Management Fadli Rahman di Jakarta, Kamis (26/2/2026). ANTARA/Indra Arief Pribadi/am.

Jakarta (Industrial News) – Danantara Indonesia melalui PT Danantara Investment Management (DIM) mengumumkan 85 peserta yang dinyatakan lulus seleksi dalam Daftar Penyedia Terseleksi (DPT) untuk pemilihan mitra kerja sama Badan Usaha Pengembang dan Pengelola Pengolah Sampah Berbasis Teknologi Ramah Lingkungan menjadi Energi Listrik (BUPP PSEL).

Pelaksanaan itu merupakan bagian dari gelombang seleksi kedua, setelah seleksi mitra pada gelombang pertama untuk tiga lokasi terdahulu yaitu Kota Bekasi, Bogor Raya, dan Denpasar Raya.

Director Investment DIM sekaligus CEO PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera) Fadli Rahman dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta, Jumat, mengatakan peningkatan jumlah peserta dari lokal maupun mancanegara menegaskan bahwa program PSEL memiliki daya tarik investasi yang kuat dan dijalankan dengan tata kelola yang kredibel.

“Kami terus berkomitmen untuk memastikan bahwa seluruh proses seleksi mitra PSEL dilakukan secara transparan dan kompetitif, sehingga menghasilkan mitra yang mampu mendukung pengelolaan sampah yang terintegrasi dan berkontribusi dalam penyelesaian darurat sampah di Indonesia,” ujar Fadli, seperti dilansir dari Antara.

Selanjutnya, ia mengatakan DIM akan menerbitkan Terms of Reference (ToR) kepada 85 peserta yang dinyatakan lulus seleksi DPT BUPP PSEL, dan akan menyampaikan informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan prosedur tahapan selanjutnya dalam pemberitahuan terpisah.

Sebelumnya, Danantara telah membuka kesempatan bagi badan usaha nasional maupun internasional yang memiliki pengalaman, kapasitas, dan kapabilitas dalam pengembangan proyek PSEL untuk mengikuti proses pembentukan DPT sebagai tahap prakualifikasi.

“Perusahaan yang masuk dalam DPT akan menjadi calon mitra yang berpotensi dilibatkan dalam pengembangan proyek PSEL di Indonesia pada tahap selanjutnya,” ujar Fadli.

Secara keseluruhan, DPT gelombang kedua terdiri dari 85 entitas, dengan penetapan DPT gelombang kedua memiliki penambahan perusahaan dan konsorsium baru, serta mencakup peserta dari gelombang pertama.

“Peningkatan signifikan dari 24 peserta pada gelombang pertama menjadi 85 peserta pada gelombang kedua mencerminkan tingginya minat dan kepercayaan pelaku usaha terhadap program PSEL yang akan dikelola oleh PT Daya Energi Bersih Nusantara (Denera), anak perusahaan DIM,” ujar Fadli.

DPT gelombang kedua juga menunjukkan semakin luasnya partisipasi global, dengan keikutsertaan perusahaan dan konsorsium dari berbagai negara, termasuk Indonesia, Singapura, India, Korea Selatan, Cina, Jepang dan Perancis.

“Perluasan cakupan ini memperkaya ragam pilihan teknologi, struktur pembiayaan dan model kemitraan dalam pengembangan PSEL,” ujar Fadli.

Ia mengatakan partisipasi perusahaan nasional juga kental terlihat dalam gelombang kedua, yang mana tercatat 16 perusahaan lokal masuk ke dalam daftar konsorsium DPT gelombang kedua.

Hal tersebut mencerminkan kesiapan industri dalam negeri untuk mulai lebih terlibat dalam pengembangan infrastruktur PSEL, dan sejalan dengan mandat yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 untuk tetap memperhatikan keterlibatan pelaku industri nasional dalam pengembangan infrastruktur pengolahan sampah berskala besar ini. [*]