5 Mei 2026

Sulawesi Tenggara Pusat Energi Dunia, dijabarkan secara gamblang oleh Ketua PBB Sultra, Dr Ir H Ruksamin ST MSi IPU ASEAN Eng. Berikut uraian Bupati Konawe Utara dua periode ini kepada Pemimpin Redaktur Buton Pos, Irwansyah Amunu.

Bicara Sulawesi Tenggara sebagai pusat energi dunia, kita punya dua resources, aspal dan nikel?

Itu dari sektor pertambangan.

Dari sektor lain?

Sektor perikanan kan luar biasa. Coba kita lihat, tidak usah jauh-jauh. Saya melihat disana ada Pulau Siompu. Saya sering dengar kalau kita panen ikan, kadang kala karena pasarnya hanya di Kota Baubau, kalau ikannya sudah melimpah, digali pasir kemudian ditanam. Ada apa? Padahal ini luar biasa.

Kenapa tidak ini yang kita buatkan, pemerintah bisa memfasilitasi apakah lewat swasta murni, BUMD boleh, atau mungkin gabungan boleh, silahkan.

Kemudian kita buat pabrik pengolaha ikan. Tenaga kerja akan berlimpah. Kita akan selamatkan disana, disisi lain kita punya potensi ekonomi luar biasa akan menghasilkan.

Ini dari satu sisi contoh, begitu juga pertanian. Boleh negara lain, daerah lain bangga dengan coklatnya, tapi dari mana coklatnya, Sulawesi Tenggara.

Jambu Mente, ada dimana, saya mau tanya jujur. Kita sudah sama-sama tahu, tidak boleh lagi “Telur Mata Sapi”.

Kita punya potensi melimpah, problemnya “Telur Mata Sapi”, kita yang punya potensi, tapi mereka yang punya nama. Mereka yang manfaatkan. Kira-kira bagaimana sehingga “Telur Mata Sapi” Effect ini bisa dihilangkan?

Caranya satu, harus saya jadi gubernur dulu.

Ini katanya kuncinya, hehehe.

Karena tidak mungkin ide ini jadi, kalau saya tidak jadi gubernur. Dan kalau saya konsepnya sudah siap.

Melihat potensi kita, selama ini yang termanfaatkan dalam bentuk raw material, Jambu Mente India yang kelola, Nikel kita seperti itu. Kira-kira apakah mewujudkan Sultra sebagai Pusat Energi Dunia nantinya akan membangun industri?

Kita sudah mulai, Konawe Utara, Kota Kendari, Kolaka, alhamdulillah sejalan dengan apa yang direncanakan Bapak Presiden Joko Widodo untuk RPJMD dia periode keduanya. Disini ditempatkan 12 rencana kawasan industri. Dan tiga sudah ada.

Bahkan sudah diteken lagi, sudah masuk dalam proyek strategis nasional. Jika ini yang kita kelola secara industri dalam bentuk kawasan, potensinya bukan lagi kita menjual tanah air kalau dulu.

Sekarang alhamdulillah, kita menjadi bahan (jadi), produktivitas lebih bagus. Bukan kagi bahan baku yang kita jual, tetapi sudah bahan jadi.

Bahkan tidak hanya kita berpikir hasil nikelnya saja. Dikawasan industri yang sudah kita tetapkan di Konawe Utara salah satunya, termasuk pabrik mobil sudah ada. Pabrik kaca sudah siap semua.

Kalau ada yang bertanya, mana itu semua? Memangnya semudah kita membalikkan telapak tangan? Butuh juga proses, kasih waktu.

Kalau tidak percaya, kasih jadi gubernur saya. Insyaallah akan cepat itu.

Jadi kembali kata kuncinya

Hehehe. Ini bagi saya. Optimisme saya seperti itu.

Author: Irwansyah Amunu

Sumber: https://publiksatu.co/2023/07/18/12-rencana-kawasan-industri-konawe-utara-lokasi-pabrik-mobil-232896