Pengunjung menikmati pesona kawasan IKN saat libur Lebaran 2026 (ANTARA/HO-dokumen Humas Otorita IKN)
Penajam Paser Utara (Industrial News) – Salah satu turis mancanegara asal Taiwan, Snow berkeinginan tinggal di Ibu Kota Nusantara (IKN) ibu kota negara baru Indonesia yang dibangun di sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kabupaten Kutai Kartanegara, Provinsi Kalimantan Timur.
“IKN akan menjadi ibu kota negara, dan ingin sekali pindah dan menetap di IKN ketika sudah benar-benar menjadi ibu kota negara,” ujar Snow, Rabu, ketika ditanya kesan mengenai IKN di Sepaku, Penajam Paser Utara, seperti dilansir dari Antara.
Snow mengungkapkan, kekaguman terhadap IKN, bahkan berharap suatu hari dapat bermukim di ibu kota negara itu, ketika mengunjungi IKN yang dibuka untuk masyarakat umum saat Idul Fitri 1447 Hijriah dan sepanjang libur Lebaran 2026.
Pengunjung lainnya juga memberikan apresiasi terhadap pembangunan IKN, salah satunya Florensia, warga Banjarmasin, Provinsi Kalimantan Selatan, mengaku terkesan dengan konsep pembangunan berkelanjutan di ibu kota negara baru Indonesia itu.
“Bangunan di IKN berkonsep ramah lingkungan dan serasa bukan berada di Kalimantan, patut dikagumi dan semoga terus berkembang tidak kalah dengan kota-kota di Pulau Jawa,” tambahnya.
Hingga saat ini, Otorita IKN mencatat jumlah kendaraan yang masuk kawasan IKN mencapai 30.544 kendaraan dengan jumlah pengunjung sebanyak 143.126 orang.
“Fasilitas yang tersedia memastikan masyarakat dapat menikmati kunjungan ke IKN dengan nyaman, aman, dan berkesan,” jelas Staf Khusus Kepala Otorita IKN Bidang Komunikasi Publik sekaligus Juru Bicara Otorita IKN Troy Pantouw.
Kawasan IKN terus dilengkapi berbagai fasilitas lengkap dan nyaman bagi masyarakat yang berkunjung, kata dia lagi, dengan beragam sarana dan aktivitas menarik tersedia untuk memberikan pengalaman menyenangkan sekaligus informatif bagi para pengunjung.
Otorita IKN menciptakan ibu kota negara baru Indonesia, tidak hanya sebagai pusat pemerintahan masa depan, tetapi juga sebagai ruang publik yang inklusif dan edukatif bagi seluruh lapisan masyarakat, demikian Troy Pantouw. [*]