2 Februari 2026

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta.

Jakarta (Industrial News) — Anggota DPD RI Lia Istifhama mendukung upaya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam memperluas program pertukaran pemuda antardaerah sebagai sarana pemerataan kesempatan, penguatan wawasan kebangsaan, serta pembentukan kepemimpinan generasi muda.

Dukungan tersebut disampaikan Lia saat berdialog dengan Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Lia menilai program pertukaran pemuda memiliki nilai strategis karena memungkinkan pemuda dari berbagai daerah saling belajar, berbagi pengalaman, dan memperkuat persatuan nasional.

“Pertukaran pemuda penting untuk membuka wawasan dan membangun rasa kebangsaan. Pemuda daerah harus diberi kesempatan yang sama untuk berkembang dan berkontribusi,” ujar Lia.

Menurut Lia, selama ini program kepemudaan berskala nasional kerap diikuti oleh peserta dalam jumlah terbatas, sehingga manfaatnya belum dirasakan secara merata. Oleh karena itu, ia mendorong skema pertukaran yang berjenjang, dimulai dari tingkat kabupaten dan kota, kemudian berlanjut ke provinsi hingga nasional.

Dalam dialog tersebut, Kemenpora memaparkan gagasan pengembangan pertukaran pemuda antarkecamatan dan antarkabupaten/kota sebagai tahap awal pembinaan. Pemuda yang memiliki prestasi dan potensi terbaik akan diseleksi secara bertahap untuk mengikuti program di tingkat yang lebih tinggi, termasuk kegiatan nasional dan internasional.

Lia mengapresiasi pendekatan seleksi berjenjang tersebut karena dinilai mampu memperluas partisipasi pemuda sekaligus menjaga kualitas program. Ia menilai mekanisme ini juga mendorong pemerintah daerah lebih aktif dalam pembinaan pemuda di wilayah masing-masing.

“Dengan seleksi bertahap, lebih banyak pemuda bisa terlibat, sekaligus memberi motivasi bagi mereka untuk berprestasi di daerahnya,” katanya.

Selain memperkuat wawasan kebangsaan, Lia menilai program pertukaran pemuda juga berpotensi meningkatkan keterampilan sosial, kepemimpinan, dan kemampuan adaptasi generasi muda. Pengalaman lintas daerah dinilai penting untuk menumbuhkan empati serta pemahaman terhadap keragaman sosial dan budaya Indonesia.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan menyampaikan bahwa perluasan program pertukaran pemuda merupakan bagian dari strategi pembangunan kepemudaan nasional. Kemenpora, kata dia, berkomitmen memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah agar program tersebut dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut menjadi wujud sinergi antara DPD RI dan Kemenpora dalam mendorong kebijakan kepemudaan yang inklusif dan merata. Lia berharap program pertukaran pemuda antardaerah dapat terus dikembangkan sebagai investasi jangka panjang dalam menyiapkan pemimpin masa depan yang berwawasan kebangsaan dan berdaya saing. [*]