2 Februari 2026

Anggota DPD RI Lia Istifhama saat melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta.

Jakarta (Industrial News) — Anggota DPD RI Lia Istifhama mengapresiasi komitmen Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dalam menyiapkan kebijakan berkelanjutan bagi atlet nasional, mulai dari beasiswa pendidikan hingga jaminan hari tua pascakarier olahraga.

Apresiasi tersebut disampaikan Lia saat melakukan kunjungan kerja dan dialog bersama Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora, Drs. Yohan, M.Si, di Jakarta. Dalam pertemuan itu, Lia menekankan pentingnya kehadiran negara untuk memastikan masa depan atlet setelah tidak lagi aktif bertanding.

“Usia atlet itu terbatas. Paling hanya sampai usia 34 tahun. Setelah itu mereka meninggalkan dunia keatletan. Lalu masa negara meninggalkan begitu saja?” ujar Lia.

Menurut Lia, atlet memiliki peran strategis sebagai duta bangsa yang mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Karena itu, negara memiliki tanggung jawab moral dan konstitusional untuk memastikan para atlet tidak kehilangan arah setelah masa emas prestasi berakhir.

“Siapa yang menyebarkan bendera Merah Putih di luar negeri kalau bukan kepala negara dan para atlet? Atlet ini membawa martabat bangsa, sehingga wajar jika negara hadir sampai pada fase pascakarier,” katanya.

Dalam dialog tersebut, Kemenpora memaparkan berbagai langkah penguatan ekosistem atlet, termasuk rencana beasiswa pendidikan, pelatihan lanjutan, serta upaya mendorong jaminan hari tua dan skema pensiun atlet yang tengah dikomunikasikan lintas kementerian, termasuk dengan Kementerian Keuangan.

Lia menilai arah kebijakan tersebut sebagai terobosan penting untuk menjawab kekhawatiran banyak atlet yang selama ini menghadapi ketidakpastian ekonomi setelah pensiun dari dunia olahraga. Ia berharap program tersebut dapat diformalkan dalam kebijakan yang berkelanjutan dan tidak bergantung pada figur semata.

“Atlet tidak boleh ditinggalkan setelah mereka selesai berprestasi. Negara harus memastikan ada transisi yang manusiawi dan bermartabat,” tegasnya.

Sementara itu, Deputi Bidang Pelayanan Kepemudaan Kemenpora Yohan menjelaskan bahwa perhatian terhadap atlet dan pemuda menjadi bagian dari strategi besar pembangunan karakter dan sumber daya manusia Indonesia. Kemenpora, kata dia, berupaya mengintegrasikan pembinaan prestasi dengan penguatan pendidikan, keterampilan, dan jaminan kesejahteraan jangka panjang.

Pertemuan tersebut juga menjadi bagian dari penguatan sinergi antara DPD RI dan Kemenpora dalam merumuskan kebijakan kepemudaan dan olahraga yang inklusif, berkeadilan, serta berorientasi masa depan.

Lia berharap hasil dialog ini dapat menjadi dasar penguatan kebijakan nasional agar atlet Indonesia tidak hanya berjaya saat bertanding, tetapi juga sejahtera setelah mengakhiri kariernya. [*]