
Kepala Otorita Ibukota Nusantara (IKN) Bambang Susantono menegaskan, seluruh sumber energi yang digunakan di Nusantara menggunakan energi baru terbarukan, seperti solar, air dan angin.
Menurut dia, pemerintah Indonesia komitmen pada energi hijau dalam membangun ibukota baru, Nusantara.
“Ini bentuk komitmen kami, dan Nusantara akan menjadi hubtransisi energi di regional dan dunia, dan pada 2045 Nusantara akan menjadi kota dengan emisi yang netral,” urai Bambang seperti dikutip dari pernyataan tertulis Otorita Ibukota Nusantara, di Jakarta, Senin (17/4).
Dia menyampaikan hal itu di pameran industri dan teknologi terbesar Hannover Messe 2023 di Jerman.
Menurut Bambang, pemerintah berharap sejumlah investor dan pemangku kepentingan lainnya tertarik untuk menggunakan kesempatan berinvestasi mendukung pembangunan Nusantara.
“Tentu dengan kehadiran kami di sini, kami berharap ada beberapa komitmen dari investor yang tertarik untuk memanfaatkan peluang berusaha yang sangat potensial di ibu kota Indonesia, Nusantara,” imbuh Bambang.
Pembangunan Nusantara dibiayai oleh APBN sebesar 20% dan 80% dari investasi.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo yang hadir langsung di Hannover Messe menjadi pembicara kunci mengatakan Indonesia sangat terbuka untuk investasi dan kerja sama di antaranya dalam ekonomi hijau.
“Kami tidak menutup diri, justru kami sangat terbuka untuk investasi dalam membangun industri hilir di Indonesia,” lanjut Bambang.
Komitmen Indonesia terhadap keberlangsungan lingkungan juga ditegaskan oleh Presiden melalui pemaparannya atas sejumlah aksi nyata dalam memperbaiki lingkungan serta dalam upaya melakukan transisi energi.
“Laju deforestasi turun signifikan dan terendah 20 tahun terakhir, kebakaran hutan turun 88%, rehabilitasi hutan 600 ribu hektare (ha) hutan mangrove yang akan selesai direhabilitasi di tahun 2024, terluas di dunia, juga dibangun 30 ribu ha kawasan industri hijau,” ungkap Jokowi.
Selanjutnya, Presiden juga menyampaikan bahwa Indonesia menargetkan 23% sumber energi yang dihasilkan berasal dari energi baru dan terbarukan pada 2025. Serta, berencana untuk menutup seluruh pembangkit listrik tenaga uap dari batu baru pada 2050.
“Indonesia juga ingin memastikan transisi energi yang menghasilkan energi yang terjangkau bagi masyarakat kita,” ungkap Presiden.
Editor: Leo Wisnu Susapto
Sumber: https://www.validnews.id/nasional/nusantara-gunakan-energi-terbarukan