18 Mei 2026
Sumber: https://rakyatkaltara.prokal.co/read/news/28117-pembangunan-kawasan-industri-di-kaltara-tenaga-lokal-tidak-terserap-100-persen

Berdasarkan pemetaan yang dilakukan salah satu perusahaan pengelolaan kawasan industri, tenaga kerja atau SDM lokal di Kaltara tidak bisa terserap 100 persen.

Analis Kebijakan Ahli Muda Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltara Rahman Putrayani mengungkapkan, pembahasan bersama pihak pengelola kawasan industri bukan hanya pada nilai investasi. Melainkan membahas SDM yang ada nantinya. PT Kalimantan Industrial Park Indonesia (KIPI) telah melakukan pemetaan tenaga kerja yang dibutuhkan. SDM lokal Kaltara hanya akan terserap 7 persen dari kebutuhan yang ada.

“Tujuh persen dari kebutuhan 150 ribu orang. Dan memang targetnya seperti itu, untuk dalam kawasan PT KIPI,” bebernya, Minggu (11/12). Diungkapkannya, sulit mendapatkan SDM lokal di Kaltara yang sesuai dengan kompetensi yang diminta. Karena berdasarkan pemetaan itu, SDM yang diserap yakni 7 persen di Kaltara, 20 persen Sulawesi, 30 persen dari Jawa. Sisanya dari daerah lain di Indonesia, bahkan tenaga asing.

“Tujuh persen di Kaltara terbanyak sejauh ini di Bulungan dan Tarakan. Kalau melihat jumah 7 persen itu, kami harus berupaya meningkatkan kompetensi dengan SDM yang ada,” ujarnya.

Saat ini, sudah ada penyiapan tenaga kerja atau SDM mendukung kawasan industri. Ada pelatihan yang dilakukan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Pihak Apindo menyiapkan SDM dengan pelatihan bahasa mandarin dan bahasa Inggris. Bahkan saat ini sudah ada puluhan orang mengikuti. Kemudian, PT KIPI juga melakukan kerja sama dengan Universitas Kaltara dalan penyiapan tenaga lokal. Di mana dibuka kelas bahasa mandarin dan bahasa Inggris.

“Itu yang menjadi upaya dalam menyiapkan tenaga lokal atau SDM di Kaltara. Harapan kami, yang 7 persen itu bisa meningkat. Sehingga, lebih banyak dibutuhkan tenaga lokal Kaltara,” kuncinya.

Sumber: https://rakyatkaltara.prokal.co/read/news/28117-pembangunan-kawasan-industri-di-kaltara-tenaga-lokal-tidak-terserap-100-persen