
Investor dari Korea Selatan (Korsel) menggarap bisnis pada sektor energi baru terbarukan dengan membangun pabrik panel surya di Kabupaten Penajam Paser Utara.
“Perusahaan dari Korea Selatan tertarik investasi di daerah ini, karena dekat IKN Nusantara,” kata Plt Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Penajam Paser Utara Nicko Herlambang, Selasa (6/12).
Nicko menyampaikan pertimbangan lainnya untuk investasi di Kabupaten Penajam Paser Utara, karena jalur laut dinilai memungkinkan sebagai jalur ekspor dan impor bahan baku yang dibutuhkan.
Perwakilan perusahaan dari Korsel tersebut telah meninjau lokasi membangun pabrik hingga pelabuhan yang akan digunakan apabila rencana investasi terealisasi.
Keunggulan Kabupaten Penahan Paser Utara, kata Nicko, menyangkut kedalaman laut yang memungkinkan untuk arus barang dan ekspor bahan baku pembuatan panel surya (solar panel).
Investor Korsel tersebut juga mendukung pembangunan IKN Nusantara.
“Perusahaan dari Korea Selatan akan membangun pabrik panel surya di Kawasan Industri Buluminung (KIB) Kabupaten Penajam Paser Utara,” sebut Nicko Herlambang.
Selain investor dari Korsel, ada dua investor lainnya yang sedang melakukan pengurusan perizinan untuk membangun pabrik baterai dan pabrik soda ash (natrium karbonat/Na2Co3) di KIB, Penajam Paser Utara.
Pemkab Penajam Paser Utara menyiapkan lahan sekitar 9 ribu hektare di KIB.
Nickeo meyakini dengan pemindahan IKN dipastikan bakal banyak investor yang akan berinvestasi di daerah berjuluk Benuo Taka itu.
Pemkab Penajam Paser Utara telah mengajukan penerbitan izin pengelolaan kawasan industri tersebut kepada pemerintah pusat.
Kawasan industri yang disiapkan seluas 9 ribu hektare meliputi wilayah Kelurahan Buluminung, Jenebora, dan Kelurahan Gersik di Kecamatan Penajam.
Reporter: Sutresno Wahyudi
Redaktur: Sutresno Wahyudi