
Sebagai provinsi dengan sumber daya alam (SDA) yang melimpah, Kalimantan Utara (Kaltara) menjadi ‘lirikan’ sejumlah investor dari berbagai negara. Terakhir, investor dari Turki yang tertarik ingin berinvestasi di Kaltara.
Gubernur Kaltara, Zainal A Paliwang mengatakan, investasi yang akan masuk dari Turki ini rencananya ingin membangun kawasan industri halal. Adapun yang diproduksi di kawasan industri halal itu nantinya adalah produk lokal Kaltara.
“Insya Allah Senin (hari ini, Red) kita akan lakukan pertemuan sekaligus tanda tangan MoU (Memorandum of Understanding) di Jakarta,” ujar Zainal kepada Radar Kaltara saat ditemui di Tanjung Selor belum lama ini.
Kegiatan ini difasilitasi Deputi VI Kementerian Koordinator (Kemenko) Bidang Perekonomian RI. Tapi untuk seperti apa teknis pelaksanaannya, itu akan dibahas nanti. “Mulai dari yang berkaitan dengan kawasan hingga yang lainnya. Tentunya tetap memperhatikan RTRW (Rencana Tata Ruang Wilayah) yang sudah ada,” kata mantan Wakapolda Kaltara ini.
Soal kebijakannya, lanjut Zainal, nanti dilihat teknisnya. Apakah disatukan dengan kawasan di Kawasan Industri Hijau Indonesia (KIHI) Tanah Kuning-Mangkupadi atau terpisah. “Nanti setelah pertemuan dengan investor dari Turki ini baru kita bahas lagi di internal secara detail seperti apa teknisnya,” kata Zainal.
Secara garis besar, di kawasan industri halal itu nantinya akan ditempati oleh sejumlah produk atau brand lokal Kaltara, mulai dari makanan hingga minuman. Setelah dikemas, baru kemudian produk ini diekspor ke luar daerah hingga ke luar negeri. “Jadi ini konsepnya halal. Di Indonesia baru ada tiga. Semoga di tempat kita ini bisa berjalan lancar sesuai yang kita harapkan,” katanya.
Adapun untuk kawasan industri halal ini nantinya akan membutuhkan lahan sekitar 5 hektare. Namun persoalan lahan sejauh ini sudah tidak ada masalah. Hanya tinggal tindak lanjut saja setelah MoU ini. “Intinya, nanti itu akan dibangun tersentral. Kalau sesuai rencana itu nanti akan dibangun di sekitar kawasan KIHI di Tanah Kuning,” katanya.
Editor: Azwar Halim